PCNU Subang Hargai Upaya Gus Solah

Subang, Obsessionnews – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Subang sangat menghargai Salahuddin Wahid (Gus Solah) yang mengajukan gugatan terhadap hasil Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang. “Pada prinsipnya PCNU Subang menghargai apapun yang dilakukan, baik oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) maupun oleh Warganya. Siapa pun dia kalau untuk kebaikan organisasi kita hargai,” ujarnya kepada Obsessionnews.com, Selasa (29/9/2015). Musyfiq pun menyerukan, kita warga negara yang taat hukum, taatilah aturan-aturan hukum. Musyfiq mengungkapkan, suasana muktamar terlihat ramai seperti muktamar sebelumnya. Mungkin karena ada kepentingan orang-orang tertentu maka suasananya sedikit berbeda. Ia menyebutkan misalnya ada pendaftaran di luar kewajaran seperti harus mengisi form ahlul halli wal aqdli (AHWA). Meski AHWA itu sediri belum diputuskan didalam muktamar, hanya dalam munas. Menurut Musyfiq, Ahwa adalah 9 orang perwakilan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang diajukan untuk memilih Rois ‘Aam yang sebelumnya dilakukan pemilihan langsung. “Pada Muktamar ke-33 untuk memilih Rois Aam dilakukan melalui mekanisme AHWA. Pada waktu itu panitia menyodorkan untuk mengisi form AHWA. Musyfiq menolak tindakan panitia sebagai pemaksaan. “Kalau pemaksaan tidak, ya. Kalau yang mau menulis silakan, dan yang tidak mau juga silakan,” tuturnya.
Musyfiq menegaskan, PCNU Subang mengisi form AHWA. Karena pertimbangan sistem AHWA baik untuk menghindari gesekan 'di bawah'. “Sistem AHWA ini bagus untuk menghindari gesekan-gesekan di bawah,” ungkapnya. Musyfiq berharap NU tetap utuh dan bebas dari tarikan kepentingan sesaat. “Karena NU itu adalah organisasi besar didirikan oleh orang-orang, ulama-ulama besar tujuannya supaya Islam itu betul-betul membumi jangan sampai mau ditarik-tarik baik yang pribadi maupun kepentingan lain,” paparnya. Ketika ditanya kemungkinan adanya pengaruh luar, Musyfiq mengatakan itu hanya anggota NU yang memiliki kepentingan sehingga ada “riak-riak” yang menurutnya resiko bagi organisasi besar yang tentunya “anginnya” juga tambah besar. “Saya harap tidak ‘kemasukan angin’ terlalu besar,” pungkasnya. (Teddy)
Musyfiq menegaskan, PCNU Subang mengisi form AHWA. Karena pertimbangan sistem AHWA baik untuk menghindari gesekan 'di bawah'. “Sistem AHWA ini bagus untuk menghindari gesekan-gesekan di bawah,” ungkapnya. Musyfiq berharap NU tetap utuh dan bebas dari tarikan kepentingan sesaat. “Karena NU itu adalah organisasi besar didirikan oleh orang-orang, ulama-ulama besar tujuannya supaya Islam itu betul-betul membumi jangan sampai mau ditarik-tarik baik yang pribadi maupun kepentingan lain,” paparnya. Ketika ditanya kemungkinan adanya pengaruh luar, Musyfiq mengatakan itu hanya anggota NU yang memiliki kepentingan sehingga ada “riak-riak” yang menurutnya resiko bagi organisasi besar yang tentunya “anginnya” juga tambah besar. “Saya harap tidak ‘kemasukan angin’ terlalu besar,” pungkasnya. (Teddy) 




























