Alat Berat Ditaruh di Lokasi Rawan Longsor yang Dilalui Pebalap TdS

Padang, Obsessionnews - Dinas Prasarana Jalan dan Tata Pemukiman (Disprasjaltarkim) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menempatkan alat berat disepanjang jalur yang dilintasi pebalap Tour de Singkarak, terutama di daerah titik rawan longsor. Kepala Dinas Prasjlatarkim Sumbar Suprapto mengatakan, penempatan alat berat di lokasi titik rawan sebagai antisipasi, meskipun jalur yang akan dilalui pebalap sudah siap seratus persen. Pekerjaan jalan yang akan dilalui pebalap sudah rampung dan siap untuk dilalui. “Saat ini kita prioritaskan untuk penempatan alat berat di titik rawan longsor, pohon tumbang yang nantinya menjadi halangan pebalab,” kata Suprapto. Penempatan alat berat, akan dikoordinasikan dengan dinas terkait di Kabupaten/Kota dan akan ditempatkan di semua etape. Upaya itu sebagai salah satu cara agar kegiatan agenda pariwisata tahunan itu terkendala dengan hal-hal teknis di lapangan. Suprapto mengatakan, pekerjaan jalan untuk meninggikan badan jalan di Kabupaten Solok Selatan dan Sijunjung, nanti tidak akan mengganggu pada saat pebalap lewat. Di lokasi akan diatur sedemikian rupa, terlebih pada saat sampi di lokasi, peserta balap yang melintas sudah tidak banyak. Kejuaraan balap sepeda Internasional TdS 2015 akan dilaksanakan pada 3 sampai 11 Oktober 2015 mendatang. Kegiatan sport dan wisata itu, peserta akan melintasi 18 kabupaten dan kota di Sumbar. Pebalap akan melintasi 1.300 kilometer, mulai dari titik star di Pantai Carocok, Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, hingga finis di etape sembilan di Danau Cimpago, Pantai Purus, Kota Padang. Peserta dari 24 tim akan memperebutkan total hadiah Rp1,4 miliar. Dari 24 team yang berlaga, terdiri dari Continental Team, National Team dan tim tuan rumah. Rute TdS 2015 dimulai dari Pantai Carocok, Pesisir Selatan sampai ke Pantai Gandoria di Pariaman. Etape kedua, dimulai dari Pantai Tiram, Padang Pariaman dan berakhir di Danau Singkarak, Solok. Etape ketiga, pebalap akan menempuh rute dari Desa Wisata, Sijunjung dan berakhir di Koto Baru, Dharmasraya. Etape keempat, dimulai dari Muara Labuh, Solok Selatan dan berakhir di Taman Wisata Kandi, Sawahlunto. Etape kelima, start dari Jam Gadang, Bukittinggi dan berakhir di Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar. Etape keenam, pebalap akan melalui rute dari Ngalau Indah, Payakumbuh dan berakhir di Harau, Limapuluh. Etape ketujuh, dimulai dari Equator Bonjol, Pasaman dan berakhir di Simpang Ampat, Pasaman Barat. Etape kedelapan, diawali dari Simpang Ampat, Pasaman Barat dan berakhir di Puncak Lawang, Agam. Pada etape kesembilan, pebalap akan melalui rute dari Secata, Padang Panjang dan berakhir di Pantai Padang. (Musthafa Ritonga)





























