Waspada Komunis Bangkit Lagi, PKI Tak Pernah Bubarkan Diri

Jakarta, Obsessionnews - Disinyalir dewasa ini Partai Komunis Indonesia (PKI) kembali bangkit. Pengamat gerakan komunis Alfian Tanjung menilai dalam satu dasawarsa (era reformasi) gerakan komunis kembali muncul baik di daerah-daerah maupun di kota-kota besar terutama di Jakarta. Menurutnya, pasca reformasi banyak penumpang gelap, yang melalui kuda troya maupun kendaraan ‘tipuan’ dengan dalih demokrasi, HAM, dan pembelaan hak-hak rakyat. “Ada sejumlah partai politik non pemilu dan ormas yang beraliran komunis. Coba lihat AD/ART-nya hampir sama persis dengan hasil kongres PKI tahun 1954,” ungkapnya dalam acara MTI-TPSI ke-56 bertema awas ada indikasi bangkitnya PKI di Indonesia, Jakarta, Sabtu (26/9/2015). Ia menilai bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia tidak menyadari PKI saat ini lagi bergerilya. Meski PKI dibubarkan 12 Maret 1966 melalui TAP MPR N0. XXV 1996 tapi satu dasawarsa perkembangan komunis semakin kelihatan. Dibeberapa daerah seperti di Jawa Timur saat karnaval HUT RI 70, di Jember, Bayakumbu, Pamungkatan bahkan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) telah berkibar bendera dan lambang PKI. Namun katanya seolah masyarakat tidak peduli lagi dengan munculnya fenomena demikian. Padahal jelas juga diterangkan dalam TAP MPR No.1 Tahun 2003 menyatakan larangan paham komunis Indonesia tetap berlakukan. “PKI telah hidup kembali dan mereka sedang menata diri senyum manis kibarkan bendera di Jember dengan beratus-ratus bendera, foto-foto poster dari DN Aidit, Moto, Bono, Mono, Darusman. Nyarisnya itu mereka kibarkan bendera lambang PKI itu dalam acara 17 Agustusan di Jember, Bayakumbu, Pamungkatan, di Taman Mini Indonesia (TMII), dan daerah-daerah lain. Ini berkibar pada tanggal 17 Agustus 2015 bukan tahun 1965,” pungkasnya. Alfin juga mengatakan bahawa PKI tidak pernah menyatakan diri sudah bubar, namun katanya masyarakat sendirilah menganggap PKI bubar yang melalui TAP MPR N0. XXV 1996. “Jadi yang perlu diketahui PKI tidak pernah menyatakan diri sudah bubar. Dalam gerakan gelirianya kata Alfin, PKI memiliki tiga model gerakan secara ilegal, formal dan Informasi,” tuturnya. Selain itu ia juga membeberkan 10 langkah gerakan PKI yang sudah teridentifikasi. Salah satunya ia menyebut Partai Rakyat Demokratik (PRD) sebagai wadah formal yang mengakomodasi potensi politik komunis, melalui buku bacaan komunis, advokasi, yang diajarkan pada tataran mahasiswa, yang diakomodir dalam kaderisasi. Meski demikian Alfin mengatakan meski paham ideologi komunis sudah diketahui masyarakat luas namun masih bersifat personal dan situasional. Namun demikian kata Alfin gerakan mereka perlu diwaspadai untuk menghindari kudeta ketiga. Penyadaran perlu dilakukan seperti kembali menayangkan dan memvisualisasikan kegiatan Partai Komunis, penegakan hukum, upaya penyadaran dalam mempersempit pemahaman komunisme, serta berperan membangkitkan jiwa kebangsaan yang berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan dan berkemanusiaan. “Jika upaya tersebut tidak membuat geming kaum komunis maka pilihan terakhir kita perlu mempersiapkan gerakan perlawanan secara terprogram, terencana dan sistematis,” Sedangkan mantan Koskostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen menyerukan agar tetap mewasapadai bangkitnya PKI sebab katanya PKI lah yang selama ini mengkambing hitamkan tentara dengan mengatakan yang jahat itu TNI (1948-1965). (asma)





























