Osata Ubah Sampah Pasar Jadi Gas

Bandung, Obsessionnews - Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), Hikmat Ginanjar, Kepala Paerusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Bandung Rinal Siswadi dan Ketua Lembaga Penerapan Teknologi Tepat (LPTT) Rohadji meresmikan Proyek Pengolahan Sampah Organik Perkotaan (Osata), yakni Biodigister Pasar Gedebage, Kota Bandung, Rabu (23/9). Usai peresmian langsung dilakukan pengenalan proses sistem kerja biodigister dalam pengolahan sampah menjadi bahan bakar gas. Ketua LPTT, Rohardji mengatakan limbah pasar yang dihasilkan pasar Gedebage mencapai 10 ton/hari, sedangkan biodigister ini secara maksimal hanya mampu mengolah sampah sebanyak 2 ton/hari. "Jadi Biodigister ini baru menjadi proyek awal ujicoba pengolahan sampah, bila berhasil kedepannya diharapkan mampu mengolah semua limbah pasar Gedebage" kata Rohadji.
Biodigister hasil kerjasama Pemerintah Kota Bandung, PD Pasar Kota Bandung dan LPTT ini menjadi percobaan awal dalam ujicoba pengolahan sampah organik guna meminimalisir limbah sampah yang dihasilkan pasar Gedebage. Dari sampah organik yang diolah akan menghasilkan gas metan dan slurry setelah berbagai macam proses pengelolahan. "Gas yang dihasilkan biodigister dapat digunakan para pelaku pasar untuk keperluan listrik ataupun kompor" tandas Rohardji. Sementara untuk slurry (ampas biogas) dapat dijadikan media tanaman hidroponik dan pupuk cair yang akan dipasarkan kepada petani dan penjual tanaman hias. Osata merupakan proyek pengolahan sampah menjadi gas pertama di Indonesia, khususnya dalam skala pengelolaan limbah sampah pasar. Selain mampu mengelola sampah yang menumpuk, Biodigister juga diharapkan mampu mengurangi volume pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (Dudy Supriyadi)
Biodigister hasil kerjasama Pemerintah Kota Bandung, PD Pasar Kota Bandung dan LPTT ini menjadi percobaan awal dalam ujicoba pengolahan sampah organik guna meminimalisir limbah sampah yang dihasilkan pasar Gedebage. Dari sampah organik yang diolah akan menghasilkan gas metan dan slurry setelah berbagai macam proses pengelolahan. "Gas yang dihasilkan biodigister dapat digunakan para pelaku pasar untuk keperluan listrik ataupun kompor" tandas Rohardji. Sementara untuk slurry (ampas biogas) dapat dijadikan media tanaman hidroponik dan pupuk cair yang akan dipasarkan kepada petani dan penjual tanaman hias. Osata merupakan proyek pengolahan sampah menjadi gas pertama di Indonesia, khususnya dalam skala pengelolaan limbah sampah pasar. Selain mampu mengelola sampah yang menumpuk, Biodigister juga diharapkan mampu mengurangi volume pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (Dudy Supriyadi) 




























