Idul Adha Identik Sifat Nabi Ibrahim

Padang, Obsessionnews - Walikota Padang Mahyeldi Ansyahrullah mengajak masyarakat supaya memaknai perayaan Idul Adha 1436 Hijriah dengan mengikuti sifat dan jejak Nabi Ibrahim, AS beserta keluarganya yang memiliki semangat keikhlasan dan penuh pengorbanan. "Dengan sifat keikhlasan dan hati bersih, maka setiap permasalahan yang ada akan dapat dicarikan solusinya," kata Mahyeldi usai pelaksanaan sholat Idul Adha di lapangan Imam Bonjol Padang (24/9). Mahyeldi menjelaskan bahwa dalam perjalanan hidup di tengah masyarakat tidak luput dari permasalahan, namun apabila dihadapi dengan semangat keikhlasan dan hati bersih maka segala permasalahan akan dapat dicarikan solusinya. Terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada ) serentak yang digelar tanggal 9 Desember 2015, ia menghimbau kepada masyarakat Kota Padang agar tidak mudah terprovokasi dengan isu yang belum diketahui kebenarannya. Sebab, hal itu akan dapat memecah belah tatanan kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. “Masyarakat Kota Padang adalah masyarakat yang beragama, untuk itu hal yang harus diperhatikan adalah etika dan moral yang di ajarkan oleh agama Islam. Meskipun berbeda pilihan, masyarakat kota Padang jangan sampai terpecah belah oleh oknum yang memiliki kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujar Mahyeldi. Mahyeldi meminta kepada para calon kepala daerah maupun partai politik agar dapat mengikuti peraturan yang ada dalam Pilkada dan memiliki etika berpolitik sehingga keharmonisan masyarakat tetap terjaga. Ia khawatir, apabila dalam berpolitik tidak memiliki etika dan nilai-nilai spritual agama, maka akan berkembang atau timbul isu-isu negatif yang dapat memecah belah kesatuan berbangsa dan bernegara. Selain itu, Pemko Padang juga berharap agar anak bangsa ini tidak menjadi kaki tangan orang asing karena tidak akan mungkin negara asing rela hati membangun Indonesia dengan sungguh-sungguh. Pasalnya, saat Indonesia merdeka tentara sekutu menjajah negara ini pada agresi belanda I dan II, sehingga tidak menutup kemungkinan negara asing saat ini akan mencoba kembali mengarah seperti zaman penjajahan. “Oleh karena sebab itu, kita harus mewujudkan kesatuan dan persatuan Indonesia, menunjukan kebersamaan, serta menghargai orang dan negara lain. Selain itu, bangsa Indonesia juga diharapkan jangan sampai mengikuti dan di dikte oleh negara lain, karena Indonesia adalah bangsa yang merdeka, berdaulat dan memiliki peraturan serta keyakinan guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” pintanya. Mahyledi juga meminta kepada kepada masyarakat untuk tidak terpecah belah meskipun adanya perbedaan pilihan. Masyarakat ikut beramai-ramai datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memberikan hak suara pada pemilihan 9 Desember 2015. (Musthafa Ritonga)





























