Sholat Idul Adha di Sumbar Empat Gelombang

Padang, Obsessionnews - Pelaksanaan shalat Idul Adha 1436 Hijriah di Sumatera Barat (Sumbar) terdapat empat gelombang. Empat gelombang pelaksanaan shalt Idul Adha dilaksanakan Jamaah Naqsabandiah, Muhammadiyah, pemerintah dan Jamaah Syatariah. Jamaah Naqsabandiah Selasa (22/9) melaksanakan shalat Idul Adha. Setelah Naqsabandiah mengikuti shalat di Musholla Baitul Makmur Kecamatan Pauh Kota Padang, Muhammadiyah melaksanakan sholat Idul Adha pada Rabu (23/9). Kemudian, sesuai ketetapan pemerintah, Pemerintah Provinsi Sumbar melaksanakan shalat Idul Adha di halaman Kantor Gubernur Sumbar jalan Sudirman Kota Padang, Kamis (24/9). Kepala Biro Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Syahril mengatakan, Sholat Idul Adha dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. “Kalau tidak hujan digelar di Halaman Kantor Gubernur, kalau hujan dilaksanakan di Masjid Raya Sumatera Barat. Khatib sholat yakni Profesor Yaswirman guru besar dari Universitas Andalas (Unand), sedangkan Imam Ustadz Irsyad Syafar dari Sekolah Tinggi Agama Islam dan Pegngembangan Ilmu Al-quran (STAI PIQ). Semuanya sudah kita koordinasikan, mulai pengamanan hingga tempat parkir,” kata Syahril usai rapat terakhir pelaksanaan Sholat Idul Adha Pemprov Sumbar, Selasa (22/9). Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Barat Rusydi mengatakan, Muhamadiyah Sumbar menggelar Sholat Idul Adha, selain dipusatkan di Masjid Taqwa Muhammadiyah, Jalan Bundo Kanduang, kawasan Pasar Raya Kota Padang, juga di mesjid atau musholla lain yang ada di Kota Padang. Pelaksanaan salat Idul Adha dimulai Pukul 06.00 sampai 09.00 WIB. Rusydi menjelaskan, penetapan 10 Dzulhijjah 1436 Hijriah yang jatuh pada tanggal 23 September, didasari dengan penghitungan bulan atau hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal. Disamping itu, Jamaah Tarekat Syatariyah Sumbar melaksanakan sholat Idul Adha pada Jumat 25 September, atau sehari setelah ketetapan pemerintah melaksanakan sholat Idul Adha. Qhadi atau Imam Tarekat Syatariyah Ulakan Kabupaten Padang Pariaman, Tuanku Ali Imran mengatakan, penetapan 10 Dzulhijjah dilakukan melalui hisab takwim khamsiah yang telah diajarkan secara turun-temurun dari ulama-ulama terdahulu, tanpa melihat hilal, melainkan menggunakan perhitungan dari awal tahun dan awal bulan. Salah satu pusat kegiatan untuk sholat Idul Adha Jamaah Syatariyah berada di Padang Pariaman. Pelaksanaan sholat Idul Adha di daerah itu berlokasi di kawasan makam dan Masjid Syekh Burhanuddin Ulakan Tapakis. Tuanku Ali Imran mengatakan, selain di Padang Pariaman, Sholat Idul Adha dimaksud juga digelar di beberapa daerah yang menjadi lokasi sebaran Jamaah Syatariyah, seperti di Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Batusangkar, Solok dan Kota Padang. (Musthafa Ritonga)





























