Jokowi Tolak Kenaikan Gaji

Jokowi Tolak Kenaikan Gaji
Jakarta, Obsessionnews - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung meyakini presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) tidak menginginkan adanya kenaikan gaji seperti yang diusulkan oleh Partai (PDI-P). Sebab, pemerintah tengah fokus membenahi masalah ekonomi yang semakin terpuruk. "Permasalahan ekonomi bisa teratasi, maka oleh karena itu kami menghargai apa yang diusulkan oleh teman-teman DPR, tapi saat ini saya meyakini presiden maupun wakil presiden tidak menginginkan adanya kenaikan gaji," kata Pramono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/9/2015) malam. Pram mengatakan, untuk mengatasi masalah serapan anggaran rendah yang masih rendah presiden sudah mengeluarkan perpres yang mengatur mengenai bagaimana percepatan untuk penggunaan anggaran. Selain itu, Presiden juga sudah mengeluarkan tiga paket ekonomi. "Kami meyakini pada bulan september, oktober, november, desember dalam waktu 4 bulan ini mudah-mudahan serapan anggaran yang ditargetkan itu sampai 92 sampai 93 persen insyaalllah sudah dapat terpenuhi. Sekarang rata-rata serapan anggaran sudah 50 persen," ujarnya. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga mengungkapkan, problemnya adalah ketika anggaran ini mau habis waktunya tingkat daya belinya semakin tinggi. Tentunya harus ada pengawasan yang cukup. "Sehingga jangan sampai kemudian penggunaan anggaran itu tidak sesuai atau tidak tepat dengan yang direncanakan," harapnya (Albar)