Rendah Kesadaran Warga Kota Bandung Gunakan Angkutan Umum

Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung Ridwan Kamil menilai minat masyarakat Bandung dalam penggunaan kendaraan pribadi cukup besar, sehingga kesadaran masyarakat dalam penggunaan transportasi umum sangat kecil. Demikian disampaikan Emil sapaan akrabnya saat mengisi kegiatan Asean Automobile Safety Forum (AASF) di Aula Timur Kampus ITB Bandung Jalan Ganesha Kota Bandung, Senin (21/9/15). "Saya mencoba mengubah perilaku dan memberi wawasan kepada masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transportasi publik" ujar Emil. Pada acara AASF 2015 yang bertema “International Conference on Southeast Asia’s Decade of Action for Road Safety: Safer Vehicles”, Emil juga mengungkapkan dirinya kerapkali memberikan contoh kepada masyarakat dengan bersepeda dalam berkendara untuk meminimalisir kemacetan. "Setiap hari saya menggunakan sepeda untuk bekerja" ucap Emil. Tak hanya itu, pemerintah kota akan berusaha mewujudkan kereta cepat dan monorel untuk transportasi publik. Pemerintah kota Bandung akan membangun skywalk khusus untuk para pejalan kaki di cihampelas kota Bandung.
Emil juga mengucapkan selamat datang di Bandung, Bandung adalah salah satu kota terbesar di Indonesia dengan konsep mobilitas perkotaan kepada para tamu forum internasional dalam bidang keselamatan kendaraan yang ke-3 ini. Forum ini akan berlangsung 3 hari menampilkan sejumlah topic, diantaranya Vehicle safety development, Accident reconstructions, Structural crashworthiness for automotive applications, Occupant protection for automobiles, Crash avoidance technology, Vehicle electrification and safety system, Accident statistical data analysis, ASEAN NCAP and Industry, Safer mobility, dan Motorcycle friendly vehicles. Dan forum ini merupakan kerjasama antara Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB dan Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dan ASEAN New Car Assessment Program (ASEAN NCAP). (Dudy Supriyadi)
Emil juga mengucapkan selamat datang di Bandung, Bandung adalah salah satu kota terbesar di Indonesia dengan konsep mobilitas perkotaan kepada para tamu forum internasional dalam bidang keselamatan kendaraan yang ke-3 ini. Forum ini akan berlangsung 3 hari menampilkan sejumlah topic, diantaranya Vehicle safety development, Accident reconstructions, Structural crashworthiness for automotive applications, Occupant protection for automobiles, Crash avoidance technology, Vehicle electrification and safety system, Accident statistical data analysis, ASEAN NCAP and Industry, Safer mobility, dan Motorcycle friendly vehicles. Dan forum ini merupakan kerjasama antara Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB dan Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dan ASEAN New Car Assessment Program (ASEAN NCAP). (Dudy Supriyadi) 




























