Kemarau Panjang Panen Petani Turun 1 Ton/Hektar

Kemarau Panjang Panen Petani Turun 1 Ton/Hektar
Cianjur, Obsessionnews - Di tengah kemarau panjang di sebagian wilayah Cianjur Jawa Barat, hasil panen petani mengalami penurunan. Tetapi para petani masih bersyukur. Menurut Pak Entar, salah seorang petani di Desa Sukataris Kecamatan Karangtengah, dirinya mengaku di tengah kemarau sekarang perolehan panennya menurun hanya mendapat 4,5 ton per hektar alias turun sekira 1 ton per hektar. Meski begitu, ia masih bersyukur karena hanya keuntungannya saja yang menurun. "Ya saya mah bersyukur. Segini juga masih ada (untungnya). Tidak rugi," ujarnya kepada Obsessionnews.com saat sedang memanen sebagian sawahnya, Senin (21/9/2015). Pak Entar mengaku rata-rata hasil pertaniannya kalau dalam keadaan normal menghasilkan 5,5 ton per hektarnya. "Kalau mendapat hasil maksimal bisa mencapai 6 ton. Kalau sampai 7 ton mah sulit. Rata-rata 5,5 ton (per hektar)," paparnya. Modal tiap hektarnya sebesar 5 juta rupiah. Harga padi sekarang lagi bagus berada diatas 400 ribu rupiah per kwintal. "Biasa sebelumnya 320 ribu rupiah sampai 330 ribu rupiah per kwintalnya," papar dia. Mengenai perhatian dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) diakui sering turun ke sawah. Malah sering memberikan praktek pengelolaan kepada petani. Namun kelihatannya kurang maksimal diibandingkan dengan perhitungan perkiraan hasil dan pola yang diterapkannya. "Saya sendiri tidak tahu kenapa? Saya penasaran tahun depan akan (ikut) mencoba polanya (PPL)," paparnya lagi. (Teddy)