Fuad Dipenjara, Anaknya Digoyang

Bangkalan, Obsessionnews – Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Makmun Ibnu Fuad, mulai digoyang. Penggoyangnya adalah puluhan massa dari Garda Bangsa dan Gema Saba, organisasi kepemudaan yang juga sekaligus anak organisasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (Baca: KPK Sebut Anak Fuad, Bupati Bangkalan Ikut Terima Suap) Mereka berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Bangkalan, Senin (21/9/2015), menuntut DPRD menggunakan hak angket dan interpelasi terhadap Makmun. Demonstran menganggap kinerja bupati sangat buruk. Mereka membawa sejumlah spanduk yang mengecam Makmun, antara lain bertuliskan ‘Dosa Besar’ Jika DPRD Selingkuh dengan Bupati Bodoh…!!!’. (Baca: Dinasti Politik di Bangkalan Mirip Skandal di Banten dan Riau) “Kami menuntut Fraksi PKB untuk menggunakan hak angket terhadap bupati selaku pimpinan tertinggi di Pemkab Bangkalan. Pasalnya, kian hari Kabupaten Bangkalan semakin mengarah menjadi daerah dengan pemerintahan yang sakit,” terang koordinator lapangan aksi unjuk rasa, Nur Hadi Muhni. Para demonstran menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan tidak responsif dan apatis terhadap kondisi yang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu juga mengabaikan program-program strategis nasional, dan menghambat proses pembangunan dan pendidikan dengan memperumit proses pencairan anggaran dan bantuan pendidikan. “Kami menuntut DPRD segera menggunakan hak angket. Kami minta Fraksi PKB segera menggalang dukungan dari fraksi lain untuk menyatukan suara dalam proses hak angket dan hak interpelasi,” kata Nur. Makmun dilantik menjadi Bupati Bangkalan pada 2013, menggantikan ayahnya, Fuad Amin Imron. Fuad dua periode menjadi bupati melalui kendaraan PKB. Pada Pemilu 2014 Fuad bergabung dengan Gerindra dan terpilih menjadi Ketua DPRD Bangkalan. Fuad tokoh yang ditakuti sebagian besar warga Bangkalan. (Baca: Eks Bupati Bangkalan Ditangkap KPK Terkait Izin Pembayar BUMD) Beberapa bulan lalu Fuad ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus menerima suap dari seorang pengusaha saat menjadi bupati. Ia lalu dipenjara di Jakarta hingga kini. Sejak Fuad ditahan, muncullah keberanian para aktivis untuk menggoyang anaknya. (mtvn/arh)





























