'Okol' Hindari Tawuran Warga

Surabaya, Obsessionnews - Guna melestarikan budaya, warga Desa Bungkal, Kecamatan Sambikerep Surabaya, Minggu (20/9/2015) menggelar acara Okol atau gulat tradisional antar kampung. Uniknya, gulat ini tidak iikuti oleh pegulat professional ataupun orang dewasa, melainkan diikuti oleh anak-anak. Peraturan yang diberlakukan pada tradisi gulat tradisional Okol ini pun cukup sederhana. Para peserta hanya perlu mengenakan udeng atau penutup kapal sebagai syarat bahwa para peserta sudah siap untuk mengikuti pertandingan. Setelah Udeng sudah melekat di kepala, para peserta juga diwajibkan memakai selendang warna biru dan merah untuk diikatkan di pinggang masing-masing peserta. Selendang tersebut berfungsi untuk pegangan para pegulat agar mempermudah membanting lawan tandingnya. Gulat tradisional Okol juga semakin seru dengan alunan musik gamelan. Sariadi, Ketua RW setempat menjelaskan selain sebagai sarana untuk melestarikan budaya leluhur, kegiatan ini juga salah satu upaya warga untuk mempererat tali persaudaraan dan menghindari tawuran antar kampung. “Acara unik ini, merupakan salah satu tradisi yang selalu diselenggarakan oleh warga Desa Bungkal setiap tahunnya,” katanya. Sementara itu, Nur Rohman salah satu peserta gulat tradisional Okol ini mengaku senang bisa mengikuti Okol. “Acaranya seru hingga bisa membawa pulang hadiah satu kaos,” akunya. Diwaktu yang bersamaan warga Desa Bungkal juga menggelar tasyakuran atau selamatan desa dengan mengumpulkan berbagai jenis tumpeng serta buah-buahan hasil panen warga. Selanjutnya, hasil bumi tersebut dibagikan kepada seluruh warga setelah didoakan oleh sesepuh desa. (GA Semeru)





























