Seberapa Dekat SBG Dengan Kerajaan Arab?

Seberapa Dekat SBG Dengan Kerajaan Arab?
Mekkah, Obsessionnews - Saudi Binladin Group (SBG), korporasi yang tengah menjadi sorotan dunia akibat insiden ambruknya crane di Masjidil Haram ternyata memiliki sejarah cukup panjang dengan kerajaan Arab Saudi dalam pembangunan infrastruktur. Hampir 100 abad, perusahaan milik keluarga besar gembong teroris internasional, Osama bin Ladin melayani negara pimpinan raja Salman. Pendiri SBG secara tak langsung adalah ayah dari Osama bin Ladin yaitu Muhammad bin Awad bin Ladin (1908-1967). Sebelum Perang Dunia Pertama, Muhammad bin Awad bin Ladin hijrah dari tanah kelahiran menuju Tihamah dan bekerja sebagai seorang loper koran. Di tahun 1931 ia mendirikan sebuah perusahaan konstruksi, Muhammad Binladin Organization yang kemudian dilirik oleh pihak kerajaan, Abdul Aziz Ibn Saud, raja pertama Saudi. Kemampuan Muhammad mengelola bisnis, kesetiaan terhadap kerajaan dan mau memberi harga kontrak terendah membuat bisnisnya makin berjaya. Bahkan pada era Raja Faisal, perusahaan Muhammad mendapat hak istimewa untuk melaksanakan seluruh proyek kerajaan di masa mendatang. Mulai dari berbagai tempat ibadah di Arab Saudi, sampai beberapa negara di Jazirah Arab lain. Keterikatan Muhammad bin Awad bin Ladin dengan pihak kerajaan bukanlah sekedar kerja sama bisnis. Namun, ikatan keluarga sudah menyatu diantara mereka. Anak-anak Muhammad bin Ladin masuk kuliah bersama dengan raja Yordania, Husein Kepala Keamanan raja Faisal, Kamal Adham dan sejumlah kontraktor terkenal di Arab. Hingga kemudian kematian Muhammad bin Awad bin Ladin akibat kecelakaan pesawat di provinsi Asir, Arab Saudi tahun 1967 merubah kendali perusahaan. Anak tertuanya, Salem bin Ladin mengubah nama perusahaan menjadi "Binladen Brothers for Contracting and Industry" dan terus menjalankan perusahaan sampai saat ini bernama Saudi Binladin Group. makkah-5Hak Istimewa Membangun Mekkah SBG sendiri berfokus pada bidang pembangunan infrastruktur dan bandara. Ada beberapa proyek penting ditangani seperti renovasi Masjid Nabawi di Madinah pada tahun 1950 yang merupakan proyek pertama Muhammad bin Ladin. Setelah sukses dengan proyek renovasi Masjid Nabawi, Raja Abdul Aziz kembali mempercayai Muhammad bin Ladin dengan proyek renovasi Masjid Al Harram di Mekkah pada tahun 1955. Puncaknya, tahun 1967, Mohammad Binladin Organization (SBG) diberi tugas khusus merestorasi penyatuan Kubah Batu (Dome of Rock) di Yerussalem, Palestina. Kepercayaan pihak kerajaan memang sangatlah besar. Peristiwa 11 September 2001 pasca serangan yang didalangi anggota keluarga Binladin, Osama bin Ladin tidak menyurutkan minat kerajaan untuk tetap menggunakan jasa konstruksi mereka. Meskipun citra SBG saat itu di mata Internasional merosot drastis. Kebanyakan rekan bisnis SBG pergi meninggalkan karena perusahaan dikait-kaitkan dengan Osama bin Ladin. SBG masih dipercaya penuh untuk menangani proyek-proyek pembangunan penting di Arab Saudi. Belum lama ini, pada bulan April 2011 kemarin, SBG menandatangani kontrak bisnis dengan perusahaan konstruksi India, IE and FL Engineering Construction Ltd (IECC) terkait pembangunan jalan raya yang menghubungkan kota Pune dan Solapur serta proyek pembangunan jalur kereta Metro Gurgaon. Termasuk didalamnya proyek perluasan Masjidil Haram yang berlangsung hingga kini. Namun, kejadian robohnya crane di Masjidil Haram karena kelalaian SBG membuat kerajaan geram. Bagaimana tidak, puluhan nyawa melayang dan ratusan lain luka-luka. Kerajaan Arab Saudi langsung menghentikan proyek kerja sama dengan SBG di waktu mendatang. Akankah perusahaan ayah Osama itu masih mendapat kepercayaan? (Yusuf IH)