Adolfo Pérez Esquivel Terpilih Sebagai Pejuang HAM

Adolfo Pérez Esquivel Terpilih Sebagai Pejuang HAM
Jakarta, Obsessionnews - World Humanitarian Award (WHA) memilih Adolfo Pérez Esquivel sebagai Humanitarian Man of The Year 2015. Terpilihnya Adolfo Pérez Esquivel sebagai Humanitarian Man of The Year 2015 dikarenakan kontribusinya dalam hal membela Hak Asasi Manusia (HAM) yang sangat besar yang telah ia lakukan hingga kini. Beliau layak dijadikan contoh bagi generasi muda. Natasha Dematra, selaku duta kemanusiaan dari WHA, lewat email kepada Obsessionnews, Jumat (18/9/2015), berharap Adolfo dapat menjadi contoh bagi generasi muda untuk dapat terus berjuang mempertahankan HAM, yang masih sangat minim di zaman modern saat ini tanpa kenal rasa takut. Adolfo Pérez Esquivel adalah seorang pejuang hak asasi manusia asal Argentina. Pada 1980 ia dianugerahi penghargaan Perdamaian Nobel atas usahanya mempertahankan HAM yang disumbangkan untuk perdamaian. Adolfo juga pernah mendekam di penjara selama 14 bulan saat berusaha menegakkan HAM pada tahun 1976. Adolfo Pérez Esquivel terlibat dalam film dokumenter Adolfo Pérez Esquivel: Rivers of Hope yang disutradarai aktivis wanita Dawn Engle yang pernah dinominasikan sebanyak 15 kali untuk meraih Nobel Penghargaan Perdamaian. Film dokumenter ini berkisah tentang kehidupan Aldolfo dan perjuangannya sejak lahir sampai menjadi salah satu figur terpenting dalam mempertahankan HAM. Adolfo Pérez Esquivel: Rivers of Hope meraih penghargaan International Humanitarian Platinum Award dalam kategori Documentary Film. World Humanitarian Award adalah festival film berskala internasional yang mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan. Film-film pemenang festival ini ditayangkan di Pusat Kebudayaan Rusia, Jl. Diponogoro 12, Menteng, Jakarta mulai tanggal 14 September sampai dengan 21 September tanpa dipungut biaya dan ditutup di acara puncak di Hotel Kartika Chandra dan Planet Hollywood XXI. Festival ini didukung sepenuhnya oleh Dewan Kreatif Rakyat (DKR), Relawan Internasional i-Hebat, Russian Culture Center, World Film Council, Film Festival Alliance, Cinema XXI, Yayasan Peduli Anak Indonesia (PENA), dan Radio Republik Indonesia sebagai media partner secara nasional maupun internasional. (Popi Rahim)