Menkop Klaim Nilai Investasi Koperasi Capai Rp230 Miliar

Mojokerto, Obsessionnews - Di tengah kelesuan ekonomi saat ini, koperasi mampu tumbuh dan berkembang hingga mampu berinvestasi dengan nilai lebih dari Rp 230 milyar. Demikian dikatakan mewakili Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melalui Deputi bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Braman Setyo dalam peresmian pabrik gress board Koperasi Warga Semen Gresik di Mojokerko, Kamis (17/9/2015). Pengembangan koperasi di tanah air memiliki potensi sangat besar untuk mensejahterakan masyarakat dan berperan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan. Sehingga Menkop yakin betul, apa yang menjadi cita-cita pendiri bangsa ini, khususnya Bung Hatta, menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa dapat terwujud. Salah satu prasyaratnya semua elemen bersatu dan menjadikan koperasi sebagai wadah usaha bersama dan dikelola secara professional. "Tujuan membangun koperasi adalah untuk mewujudkan kesejahteraan para anggota dan masyarakat pada umumnya. Cita-cita ini akan dapat kita wujudkan kalau partisipasi anggota berkembang dengan baik. Hak dan kewajiban anggota dalam berkoperasi dilaksanakan dengan baik dan koperasi dikelola secara professional," katanya Menkop akan mendorong lahirnya koperasi-koperasi hebat dan berkualitas di masa mendatang. Oleh karena itulah, dari 209.488 unit koperasi yang ada saat ini dan 62.239 unit koperasi yang tidak aktif dibekukan, untuk kemudian diamalgamasikan atau dibubarkan. Agar ke depan citra koperasi jelek karena adanya koperasi yang tidak aktif ini dapat diminimalisir. "Kita memang harus membangun koperasi berkualitas dan betul-betul nyata perannya dalam mewujudkan kesejahteraan para anggota dan masyarakat pada umumnya. Karena koperasi memang milik bersama dan bukan milik segelintir orang. Oleh karena itulah, saya yakin betul bahwa koperasi akan tiba saatnya nanti bisa berperan mengurangi masalah kesenjangan, yang saat ini masih di angka indeks Gini 0,42," tambah Puspayoga. Di berbagai kesempatan Menko selalu nyatakan bahwa, tiga pelaku ekonomi yang ada di tanah air punya peran masing-masing. Pelaku usaha swasta, yang orientasinya keuntungan ditujukan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ditujukan untuk menjaga stabilitas. Koperasi, sebagai mana rohnya milik bersama dan menjadi usaha bersama, berperan dalam mengatasi masalah kesenjangan ekonomi dan mewujudkan pemerataan. "Jadi peran koperasi itu sangatlah mulia. Para pengurus dan pengelola koperasi haruslah bangga bisa mensejahterakan anggotanya secara bersama dan mengurangi masalah kesenjangan. Pengabdian di koperasi sebenarnya juga merupakan bagian dari merintis jalan menuju sorga, karena membantu banyak orang. Kita harus yakini hal ini, sehingga bekerja di koperasi memang perlu keikhlasan dan kesabaran," sebut dia. Menkop bangga Indonesia mempunyai Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG) yang sudah masuk World Cooperative Monitor dan berada pada urutan 210 koperasi kelas dunia. Prestasi ini kata dia, bukan hanya sekedar prestise, tetapi secara nyata terus berupaya ingin maju dan sudah mampu mendirikan pabrik gress board. "Inilah prestasi monumental yang telah ditunjukkan oleh gerakan koperasi, bahwa mereka kalau dikelola dengan baik bisa berkiprah hebat dan mungkin bisa menyaingi perusahaan swasta," terangnya. Selaku Menkop dan UKM, Puspayoga akan mendukung terus upaya-upaya yang akan dilakukan oleh KWSG dalam memajukan usahanya untuk peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat pada umumnya. "Saya terus berharap akan muncul koperasi-koperasi hebat lainnya, meniru langkah nyata yang telah dirintis KWSG selama ini," kata Puspayoga. Selain KWSG, Indonesia juga mempunyai Koperasi Karyawan Telkomsel (KISEL) yang memiliki omset lebih dari Rp.4,1 trilyun dan memiliki 6 anak usaha serta memperoleh peringkat 128 koperasi kelas dunia. Dua contoh koperasi besar ini, menurutnya telah menginspirasi koperasi-koperasi lainnya dan diharapkan akan muncul lagi koperasi-koperasi hebat pada tahun-tahun mendatang. "Provinsi Jawa Timur telah menjadi pendobrak atas kelahiran koperasi kelas dunia dan kita masih berharap Koperasi Sidho Giri di Pasuruan juga pada saatnya nanti akan masuk jajaran koperasi kelas dunia berikutnya," ujar mantan Walikota Denpasar itu. (Has)





























