Tim Ulin Cantik Unpad Ubah Limbah Daun Jadi Kerajinan Unik

Bandung, Obsessionnews - Banyaknya limbah daun yang berserakan di jalan kampus Unpad Jatinangor Sumedang membuat sejumlah mahasiswa berpikir untuk melakukan kreatifitas, sehingga pada akhirnya terwujud kerajinan unik motif batik karya mahasiswa Unpad. “Kita sering lihat petugas menyapu daun setiap hari, mengangkutnya, lalu membakarnya dan akhirnya menjaid polusi udara. Kami berinisiatif memanfaatkan limbah daun tersebut agar bisa bermanfaat bagi masyarakat,” papar Chandra, Rabu (16/9) yang juga ketua kelompok Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) Unpad yang lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 di Universitas Halu Oleo, 5 – 9 Oktober mendatang Tim yang mengambil nama “Kerabat Ulin Cantik” terdiri atas Chandra Tirta, Toni Cahyono, Ryan Prasetya (Fisika FMIPA), Kadek Dwi Wahyuni, dan Inggil Sholata Sya (Fakultas Psikologi), Keempatnya mengkreasikan limbah daun yang dipola pada media kerajinan tangan. Berbagai kerajinan tangan sudah dikreasikan melalui limbah daun ini, diantaranya, binder, pigura, tempat alat tulis, hingga hiasan lampu.
Agar berbeda dengan kerajinan tangan lainnya, Chandra pun mengusulkan agar limbah daun tersebut dipola menjadi motif batik. Chandra yang berasal dari Cirebon pun langsung mencetuskan memilih motif batik Mega Mendung Cirebon sebagai polanya. “Motif Mega Mendung salah satu batik unggulan di Jawa Barat dan mudah polanya,” kata Chandra. Tampak sederhana memang, namun proses pembuatan motif batik ini cukup rumit dan detail. Tidak tanggung-tanggung, kelompok ini pun bekerja sama dengan perajin asal Gianyar, Bali, untuk membuat produknya. Chandra menjelaskan, limbah daun yang digunakan berasal dari daun kupu-kupu, jagung, dan pisang. Ketiga jenis daun tersebut memiliki struktur yang lebar sehingga lebih mudah dipola. Daun pun ditempel oleh lem perekat berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan motif batiknya.
Produk ini juga yang mengantarkan keempatnya menjadi delegasi Pimnas ke-28. Bersama dosen pembimbing, Dr. Cukup Mulyana, M.S., segala persiapan telah dilakukan. Target keempatnya dalam Pimnas adalah meraih emas dan mengantarkan Unpad menjadi juara Pimnas Chandra dan kelompoknya optimis produk kerajinan ini tidak banyak yang meniru. Sejak diluncurkan pada Mei lalu, produknya sudah dipasarkan ke beberapa wilayah baik secara online maupun pada berbagai pameran. (Dudy Supriyadi)
Agar berbeda dengan kerajinan tangan lainnya, Chandra pun mengusulkan agar limbah daun tersebut dipola menjadi motif batik. Chandra yang berasal dari Cirebon pun langsung mencetuskan memilih motif batik Mega Mendung Cirebon sebagai polanya. “Motif Mega Mendung salah satu batik unggulan di Jawa Barat dan mudah polanya,” kata Chandra. Tampak sederhana memang, namun proses pembuatan motif batik ini cukup rumit dan detail. Tidak tanggung-tanggung, kelompok ini pun bekerja sama dengan perajin asal Gianyar, Bali, untuk membuat produknya. Chandra menjelaskan, limbah daun yang digunakan berasal dari daun kupu-kupu, jagung, dan pisang. Ketiga jenis daun tersebut memiliki struktur yang lebar sehingga lebih mudah dipola. Daun pun ditempel oleh lem perekat berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan motif batiknya.
Produk ini juga yang mengantarkan keempatnya menjadi delegasi Pimnas ke-28. Bersama dosen pembimbing, Dr. Cukup Mulyana, M.S., segala persiapan telah dilakukan. Target keempatnya dalam Pimnas adalah meraih emas dan mengantarkan Unpad menjadi juara Pimnas Chandra dan kelompoknya optimis produk kerajinan ini tidak banyak yang meniru. Sejak diluncurkan pada Mei lalu, produknya sudah dipasarkan ke beberapa wilayah baik secara online maupun pada berbagai pameran. (Dudy Supriyadi) 




























