Pemerintah Harus Selamatkan Dua WNI yang Disandra di Papua!

Jakarta, Obsessionnews - Jenderal TNI (Purn) Wiranto mengatakan, perlu segera mengambil tindakan cepat dan tegas, atas aksi kelompok bersenjara Organisasi Papua Meredeka (OPM) yang menyandera dua warga negara Indonesia (WNI) di Skowtiau, Papua Nugini Senin lalu. Menurutnya, untuk berhadapan dengan gerakan sparatis di Papua, harus dilakukan dengan berbagai cara. jika cara persuasif tidak dapat digunakan, pemerintah wajib melakukan tindakan yang lebih keras. Sebab, mereka adalah kelompok yang membahayakan bagi keutuhan NKRI. “Ya enggak boleh dimana pun itu ngga boleh yang namanya menahan orang-orang yang tanpa alasan tertentu. itu mesti segera diselesaikan dengan baik. Kalau ngga bisa dengan cara persuasif, ya dengan cara-cara lain yang lebih keras. Sebab itu ngga boleh terulang lagi. Kan ini udah terulang berapa kali kan?,” kata Wiranto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6). Mantan Panglima Abri (Pangab) di Era Presiden Soeharto ini menjelaskan, dengan adanya situasi penyanderaan tersebut jelas akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan negara. “Ini akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dan berpengaruh terhadap warga negara asing, warga negara kita sendiri untuk melakukan aktifitas-aktifitas,” jelasnya. Namun, saat dimintai solusi untuk menyelesaikan persoalan ini, Ketua Umum Partai Hanura ini enggan memberikan solusi. Ia merasa tidak memiliki kewenangan. Ia menyarankan untuk menanyakan hal tersebut kepada Menkopolhukam, Luhut Binsar Pandjaitan. “Yang tepat tanya Menkopolhukam, tanya Menhankam, tanya Panglima TNI, jangan tanya saya. Saya kan mantan enggak boleh ngambil alih mereka,” tutupnya Seperti diketahui, Dua WNI diculik di Kampung Skofro, Keerom, Papua pada 9 September 2015. Informasi yang simpang siur menyebutkan keduanya dibawa OPM ke Skouwtiau PNG. Penculikan terjadi usai aksi penembakan terhadap pekerja kayu di perbatasan RI-PNG itu. Dalam aksi penembakan itu satu tewas, dua melarikan diri, dan dua disandera. Keduanya bernama Sudirman dan Badar. Diduga keduanya diculik OPM kelompok Jefrison Pagawak alias Jeffry. Penculik minta keduanya dibarter dengan dua teman mereka yang ditahan Polsek Keerom karena kasus narkoba. (Albar)





























