Fadli Zon Sebut 8 Capim KPK Bermasalah

Fadli Zon Sebut 8 Capim KPK Bermasalah
Jakarta, Obsessionnews - ‎Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan, setelah pihaknya menerima surat dari Presiden Joko Widodo tentang 8 nama Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK), ia menilai Capim KPK yang diusulkan oleh Panitia Seleksi masih banyak masalah. Fadli mempertanyakan mengapa Pansel KPK memilih  orang yang tidak dikenal atau berprestasi dalam penegak hukum terutama dalam masalah pemberantasan korupsi. "Saya rasa soal (Capim) KPK ini ada masalah, termasuk yang diajukan secara resmi (8 Capim) bukan orang yang dikenal. Sementara orang yang cukup dikenal seperti Jimly (Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie tidak lolos," kata Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2015). ‎ Menurut Politisi Partai Gerindra ini, Pansel belum sepenuhnya transparan dalam memilih calon KPK.  Padahal, publik mempunyai hak untuk mengetahui apa alasan Pansel meloloskan 8 orang tersebut sebagai calon pimpinan lembaga antirasuh ini. "Itu harus dijelaskan ke publik, ada apa kemudian yang lolos bahkan salah satunya timses Jokowi. Saya rasa itu bisa jadi masalah nanti," ujarnya. Karena itu, Fadli  ini meminta kepada Komisi III DPR untuk benar-benar dan hati-hati dalam memfit proper test ke 8 capim KPK itu. "Itu kan Komisi III, ya nanti akan kita pertimbangkan nanti," tuturnya. ‎Sebelumnya, Wakil Ketua DPR lainnya Fahri Hamzah juga pernah mempertanyakan 8 nama capim KPK yang diloloskan Pansel. Dia menyayangkan Pansel Capim KPK tidak meloloskan salah satu Capim KPK yang integritasnya sudah teruji yakni Jimly Asshiddiqie. Menurutnya, KPK sangat butuh pemikiran-pemikiran seperti Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), dan saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu. Pasalnya, kata Fahri, bukan orang-orang yang bekerja hanya mengandalkan kekuatan otot dalam memberantas korupsi di Indonesia. "Kita menyayangkan Pak Jimly tidak masuk. KPK itu butuh otak bukan otot, salah satunya Pak Jimly yang bagus kalau isi otaknya," ujarnya. (Albar)