KUR Diminta Diturunkan Lagi Agar Tak Bebani UKM

Jakarta, Obsessionnews - Seorang pelaku UKM (usaha kecil menengah) bernama Abdurahman senang bisa mendapatkan bantuan kredit usaha rakyat dari pemerintah. Uang Rp 10 yang ia dapatkan melalui kucuran Bank Mandiri akan digunakan untuk membangun usaha konveksi di tempat tinggalnya, di Parung, Bogor, Jabar. Abdurahman ditemani isitrinya mendatangi Bank Mandiri Kantor Cabang Melawai, Jakarta Selatan untuk mencairkan dana KUR yang sudah dijanjikan. Akhirnya di tempat itu ia bertemu Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga yang kebetulan sedang meninjau penyaluran KUR oleh salah satu bank pelaksana itu. (Baca juga: Menkop Yakin Penurunan Bunga KUR Bisa Buat Ekonomi Menggeliat) Kesempatan pertemuannya dengan Menkop dan UKM Puspayoga itu dimanfaatkan untuk menyampaikan keinginan agar bunga KUR diturunkan. Usaha di bidang konveksi mau ia kembangkan lagi kalau pemerintah bisa memberikan kompensisasi bunga KUR yang lebih rendah. "Semoga berlanjut terus (KUR) karena ini kan untuk membantu masyarakat. Mudah-mudahan ke sini bunganya lebih rendah jadi kita bisa memenuhi itu (bunga)," ujar Abdurahman usai berdialog dengan Menkop Puspayoga, Selasa (15/9/2015). Pemerintah di masa Presiden Jokowi telah menurunkan bunga KUR dari 12 persen menjadi 9 persen. Dengan bunga sebesar itu Abdurahman harus mengembalikan kredit tiap bulan sebesar Rp 470 ribu selama 24 kali. Keuntungan tiap bulan akan disimpan untuk mengembangkan usahanya, sisanya lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sekolah tiga orang anaknya. "Insyaallah kalau lancar ingin mengajukan lagi, mungkin lebih besar," tuturnya. Tidak sulit baginya mengajukan permohonan pinjaman KUR dari Bank Mandiri, cukup dengan menyetorkan KTP, Surat Keterangan Usaha dan biodata pribadi lainnya. Dia mengaku beruntung karena hanya tiga hari dari permohonan KUR yang diajukan langsung mendapatkan respon dari Bank Mandiri. "Pinjam karena untuk modal awal saja untuk beli mesin, khawatir kalau banyak nanti gak bisa kembalikan," kata Abdurahman dengan sumringah. (Has)





























