Empat Tantangan APBN 2016

Jakarta, Obsessionnews - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) rupanya disusun bertentangan dengan situasi saat ini. Bahkan, pada semester dua tahun 2015 ini, ada empat tantangan yang kudu dihadapi guna menentukan kinerja perekonomian. A. Prasetyantoko Ekonom Universitas Atmajaya Jakarta, mengatakan, hingga saat ini Cina masih menjadi tantangan yang sangat nyata bagi hampir semua negara termasuk Indonesia. Selain itu, ekonomi recovery secara global juga menjadi hambatan tumbuhnya perekonomian Indonesia. Selanjutnya, International Monetary Fund (IMF) juga merevisi pertumbuhan ekonomi global yang dipatok pada angka 3%. Ada juga rencana kenaikan suku bunga The Fed serta anggaran pemerintah yang tak pernah dirotasikan dengan baik ketika Nawacita disusun. "Cina, dikatakan sulit diproyeksikan karena statistik Cina sulit dipercaya secara penuh," kata Prasetyantoko pada Core Media Discussion di Jakarta, Selasa, (15/9). Pras bilang, jika tahun ini pertumbuhan ekonomi Cina dipatok pada angka 7%, paling besar menyentuh 5%. Implikasinya pun bakal signifikan dan ekonomi global sulit mencapai angka 3% seperti revisi IMF, termasuk Indonesia. "Dalam dokumen ditargetkan tumbuh 5 persen, maka sangat mungkin direvisi. 4,7 persen, maksimum tahun depan adalah 5 persen," kata dia. (Mahbub Junaidi)





























