Satu Dasawarsa KY, Dibuat Lomba Poster Peradilan Bersih

Satu Dasawarsa KY, Dibuat Lomba Poster Peradilan Bersih
Semarang, Obsessionnews - Ada yang menarik dalam Car Free Day di Kota Semarang hari ini. Ratusan orang nampak memadati satu titik di sepanjang jalan pahlawan. Mereka berkumpul dalam rangka mengikuti "Lomba Membuat Poster" yang diadakan oleh Penghubung Komisi Yudisial (KY) Jawa Tengah, Minggu (13/9/2015). Acara bertemakan "ayo kerja wujudkan peradilan bersih yang beretika dan profesional" yang bekerja sama dengan Komunitas Pemerhati Korupsi (KOMPAK) Jawa Tengah diadakan untuk memperingati satu dasawarsa berdirinya KY Republik Indonesia. Plt. Koordinator Penghubung KY Jateng, Ferry Fernandes menjelaskan, dalam rangka perayaan HUT, KY kali ini hadir dengan melibatkan elemen masyarakat yang fokus terhadap penegakan hukum dengan menjunjung tinggi etika dan moral “Acara ini bertujuan untuk memperteguh komitmen masyarakat tentang pentingnya eksistensi lembaga penegak etik moral hakim dan terwujudnya peradilan bersih, khususnya di Jawa Tengah,” kata Ferry didampingi Asisten, M. Farhan, Bahrul Fawaid dan Arta Ully usai membuka acara. Animo masyarakat yang datang melebihi target panitia. Sebanyak 121 orang ikut berpartisipasi dalam lomba. Padahal panitian hanya memberi slot bagi 80 peserta saja. “Lomba poster ini memang sebagai kegiatan pembuka dari 6 kegiatan lainya yang akan menyusul. Kami sempat kaget karena target peserta 80 orang, malah membludak hingga 121, itu saja kalau gak dibatesi masih banyak,”terang dia. Para peserta diwajibkan membuat poster yang memberikan nilai peradilan bersih. Sebanyak tiga orang juara dan 3 juara harapan menghasilkan karya poster yang begitu bermakna. Juara 1 disabet M. Rizki Adi Putr, mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), juara 2, Hartanto, guru Paud warga Jalan Kanguru Barat Semarang dan juara 3 diraih Helga Febriana, siswi SMA Negeri 5 Semarang. Peraih juara harapan 1, Fatih Afifah Azzah merasa tertantang atas lomba yang diadakan Peghubung KY Jateng ini. Sebab poster bisa mewakili suara hati serta menyampaikan arti penting peradilan bersih. “Saya bercita-cita jadi hakim Mahkamah Agung (MA), jadi sangat perlu dong menyampaikan makna dan wujud dari bentuk peradilan bersih yang saya tuangkan dalam sebuah poster,” kata mahasiswi Fakultas Hukum Unnes itu. Ia tidak menyesal walau meraih juara harapan. Baginya dengan berpartisipasi, sudah menjadi bagian untuk mengungkapkan peradilan bersih. “Hadiah itu nomor 2 mas, yang penting sebagai masyarakat saya partisipasi. Menurut saya, KY sangat perlu untuk mengawasi hakim demi terwujudnya peradilan bersih,”ujarnya. Terpisah, Pembina KOMPAK Jateng, Joko Susanto, mengaku bangga dengan antusias peserta. Antusian peserta yang tinggi mencerminkan keterbutuhan masyarakat akan sistem peradilan bersih. “Kemarin dari 121 poster peserta ada 56 poster yang cukup layak dan memiliki arti yang begitu mendalam untuk menyampaikan sebuah ide wujud peradilan bersih,” kata Joko didampingi Ketua Umum KOMPAK, Muhammad Kurnia. Joko berharap, poster tersebut nantinya tidak hanya disimpan oleh penyelenggara, namun juga  disampaikan kepada penegak hukum dan hakim sebagai bentuk suara masyarakat Jawa Tengah yang menginginkan peradilan bersih. “Ini langkah yang baik, semoga masih banyak acara lain yang bisa membangun terwujudnya peradilan bersih di Jawa Tengah,” pungkasnya. (Yusuf IH)