Tak Peduli Kabut Asap, Anggota DPRD Riau Plesiran

Tak Peduli Kabut Asap, Anggota DPRD Riau Plesiran
Pekanbaru, Obsessionnews – Ini sungguh keterlaluan. Sejatinya wakil rakyat peduli pada rakyat yang menderita akibat kabut asap, namun dalam praktiknya tidak demikian. Sama sekali tidak ada gebrakan yang dilakukan oleh para anggota DPRD Provinsi Riau untuk menanggulangi kabut asap. Para legislator itu malahan mengajukan anggaran besar untuk plesiran ke luar negeri. Dan bahkan anggarannya empat kali lipat melampaui dana penanggulangan bencana kabut asap dampak kebakaran lahan gambut. "Kunjungan anggota DPRD Riau ke luar negeri merupakan bentuk pemborosan uang rakyat. Dan tidak patut dilaksanakan di tengah kondisi masyarakat menghadapi kesengsaraan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan," kata Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Fitra Riau Usman kepada pers di Pekanbaru melalui pesan elektronik yang diterima Kamis (10/9/2015) malam. Usman mengungkapkan, pihak DPRD setempat menyiapkan anggaran untuk kunjungan ke luar negeri dalam belanja Sekretaris Dewan (Sekwan) mencapai Rp7,3 miliar. Anggaran itu digunakan untuk membiayai transportasi, tempat tidur, makan-makan, dan uang saku. Tidak menutup kemungkinan juga anggaran itu untuk biaya shopping, dan lain sebagainya. Sementara DPRD dan Pemerintah Provinsi Riau hanya menyiapkan anggaran Rp1,4 miliar untuk membiayai pencegahan dan penanganan penangulangan kebakaran hutan lahan. Usman mengkritik kunjungan ke luar negeri itu tidak penting dan bukan domain DPRD. Apalagi studinya soal pengelolaan ikan. "Semestinya yang harus belajar itu orang dinas terkait dan tidak harus ke luar negeri," katanya. Menurut Usman, biaya yang dikeluarkan rakyat melalui APBD 2015 ke anggota DPRD Riau untuk perjalanan dinas sudah sangat besar. Tahun 2015 anggaran perjalanan dinas mencapai Rp45 miliar. Rinciannya untuk perjalanan dinas pimpinan dan anggota DPRD dalam dan luar daerah Rp25 miliar, perjalanan dinas Alat Kelengkapan Dewan dalam dan luar daerah Rp13 miliar. Ditambah biaya kunjungan keluar negeri Pimpinan dan anggota DPRD Riau sebesar Rp7,3 miliar. "Kondisi ini berarti menunjukkan pula kualitas anggota DPRD Riau yang masih belum paham dan responsif terhadap persoalan asap yang tengah dihadapi oleh jutaan masyarakat Riau. Dan ini menunjukan para anggota dewan hanya mementingkan hasrat pribadi untuk berfoya-foya di luar negeri dan tidak membawa hasil apa-apa setelah pulang nantinya," tuturnya. (ant/arh)