SBY: Trilogi Pembangunan Tepat Bila Diterapkan Saat Ini

Bandung, Obsessionnews - Diawali dengan seloroh yang menyebutkan di bulan September bulan baik, karena selain ulang tahun Unpad Bandung juga bulan kelahiran SBY. Trilogi Pembangunan masih tepat apabila diterapkan saat ini, karena memiliki muatan positif untuk kemajuan sebuah negara. Demikian disampaikan Prediden RI-6 Dr Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam orasi Ilmiah di hadapan Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Dies Natalis ke-58 Universitas Pajajaran (Unpad), Bandung, Jumat (11/9). SBY mengungkapkan gagasan Trilogi Pembangunan Abad 21 yang meliputi aspek pertumbuhan, pemerataan, dan berkelanjutan. "Trilogi ini didasarkan pada Trilogi pada zaman Presiden Soeharto, yakni stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan. Trilogi ini tepat di target pertubuhan ekonomi Indonesia saat ini yang merata dan berkelanjutan," paparnya. Menurut SBY, apabila pembangunan saat ini tidak memperhatikan aspek lingkungan dan berkelanjutan, dampaknya akan berbahaya. Selain itu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan saat ini harus tetap terjadi tetapi tidak merusak lingkungan. Dalam penerapannya menurut SBY Trilogi ini harus menjadi arus utama dari kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di seluruh Indonesia. Pemerintah harus memastikan agenda trilogi ini tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta agenda pemerintah lainnya. “(Pemerintah) jangan hanya mendukung sebatas doa, tetapi harus benar-benar dipikirkan dan dicantumkan,” tegasnya. Dalam hal ini, Perguruan Tinggi harus fokus pada penyampaian pikiran cerdasnya tentang pembangunan berkelanjutan serta upaya mencegah pemanasan global. “Saya tantang Unpad untuk menjadi leader dari pembangunan berkelanjutan dan pencegahan pemanasan global,” tandasnya. SBY juga menambahkan belum ada kekuatan political will dalam mengatasi pemanasan global saat ini. Pada tahun 2045 diperkirakan jumlah penduduk bumi mencapai 9 miliar jiwa, dari jumlah yang saat ini 7,3 miliar jiwa. Chairman Global Green Growth Institute, Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, saat memberikan orasi ilmiah bertema “Reorientasi Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia: Merespons Perkembangan Global” juga menyoroti implikasi dari pertambahan penduduk juga meningkatkan kebutuhan akan pangan dan air. Diperkirakan jumlah kebutuhan pangan akan meningkat 70%, dan air sebesar 60%,” kata SBY. Tampak hadir dalam acara tersebut Ibu Ani Yudhoyono, Anggota DPR RI Dede Yusuf, pecinta lingkungan Abah Iwan dan sejumlah pejabat lainnya. (Dudy Supriyadi)





























