Bursa Saham Tokyo Melemah Akibat Cina dan The Fed

Jakarta, Obsessionnews – setelah selama satu minggu berfluktuasi, indeks acuan Tokyo, Jepang, berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Jumat (11/9). Turun naiknya indeks, lantaran ada kekhawatiran terkait perekonomian Cina serta ketidakpastian soal suku bunga acuan The Federal Reserve. Hari ini, Indeks Nikkei 225 di bursa efek Tokyo melemah 0,19 % menjadi 18.264,22. Sedangkan Indeks Topix dari seluruh saham papan utama naik 0,71 poin menjadi 1.480,23. Lonjakan Indeks Nikkei yang sempat menyentuh 7,7% pada Rabu lalu, disusul pelemahan 2,5% pada Kamis. Setelah itu, pelemahan berlanjut di pasar dunia pada akhir pekan ini. Pasca pemimpin Cina menjamin kalau pihaknya telah mengendalikan krisis dengan menghapus triliunan di pasar global dalam beberapa pekan terakhir, langkah-langkah yang ditempuh pun berhasil menenangkan kekhawatiran pasar. Seperti dilansir AFP, sentimen resiko sudah sedikit meningkat ketimbang awal bulan ini. namun, gejolak di pasar diperkirakan bakal berlanjut dalam jangka menengah. Karena laju suku bunga terbilang lambat, dampak dari kenaikan suku bunga AS bakal melemahkan kenaikan suku bunga yang ditetapkan. Sampai hari ini, para investor sedikit terbantu keuntungan sehat di pasar Wall Street pada Kamis. Mereka pun berharap The Fed menahan diri guna menaikan suku bunga acuan yang dikabarkan bakal dilakukan pekan depan. Pada perdagangan di pasar Jepang sendiri, saham Fast Retailing, operator jaringan toko pakaian Uniqlo berhasil naik 1,48% menjadi 47.620 yen. Sedangkan saham milik Toyota, turun 1,43 % menjadi 7.072 yen. Sementara raksasa telekomunikasi Softbank, sahamnya turun 0,64% menjadi 6.513 yen. Selanjutnya, nilai tukar yen pada Kamis menjadi 120,68 yen per dolar AS. Sedangkan mata uang euro berada di angka 136,18 yen per euro. (Mahbub Junaidi)





























