Tamat Sudah Proyek Monorel DKI

Tamat Sudah Proyek Monorel DKI
Jakarta, Obsessionnews – Setelah Presiden RI Joko Widodo meresmikan Proyek pembangunan armada transportasi massal Light Rapid Transit (LRT) atau yang dikenal dengan kereta api layang pada 9 September 2015, kini pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak ada lagi kerjasama dengan PT. Jakarta Monorail (JM). “Monorel bye-bye (selamat tinggal). Sudah enggak ada cerita," kata Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/9) Proyek Monorel yang dimulai pada 2004 silam dihentikan, karena antara Pemrov DKI dengan  PT Jakarta Monorail (JM) tidak menjalin kesepakatan lagi. Mengenai puluhan tiang-tiang yang sudah terpancang selama proses monorail  akan dipergunakan oleh PT Adhi Karya untuk pembangunan light rapid transit (LRT). Presiden Jokowi menginginkan proyek ini bisa rampung sebelum ASEAN Games yang akan dilaksanakan di Indonesia 2018 mendatang. 2 September lalu ia juga mengeluarkan Peraturan Presiden (Pepres) guna mempercepat proyek tersebut. Pembangunan LRT terbagi menjadi dua jalur, jalur luar Jakarta akan dikerjakan PT. Adhi Karya, sedangkan jalur dalam kota dikerjakan BUMD Jakarta yang rencananya akan jatuh pada PT. Jakpro. Pemprov DKI telah mengusulkan dana Rp 3 triliun di APBD tahun anggaran 2016 mendatang. Tapi untuk dana awal, Ahok menyiapkan Rp 500 miliar. Sementara menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI, Heru Budihartono, anggaran sebesar itu diharapkan dapat mempercepat pembangunan LRT. Dalam rancangannya, tahap pertama pembangunan LRT akan dilaksanakan di koridor Pesing-Kelapa Gading yang direncanakan sepanjang 20,7 km. Dalam perencanaannya sendiri, moda transportasi LRT direncanakan memiliki 7 koridor dan akan menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta. Koridor I (Kebayoran Lama-Kelapa Gading) sepanjang 21,6 km, Koridor 2 (Tanah Abang-Pulo Mas) sepanjang 17,6 km, Koridor 3 (Joglo-Tanah Abang) sepanjang 11 km, Koridor 4 (Puri Kembangan-Tanah Abang) sepanjang 9,3 km, Koridor 5 (Pesing-Kelapa Gading) sepanjang 20,7 km, Koridor 6 (Pesing-Bandara Soekarno-Hatta) sepanjang 18,5 km, dan Koridor 7 (Cempaka Putih-Ancol) sepanjang 10 km. (Popi Rahim)