Rupiah Masih Lemah Meski Sejumlah Hal Beri Sinyal Positif

Jakarta, Obsessionnews - Paket kebijakan ekonomi yang sudah diumumkan Presiden Joko Widodo nampaknya belum membawa dampak positif. Sebab pada awal perdagangan di pasar spot Kami (10/9), rupiah tersungkur lagi menghadapi dolar AS ke level 14.300. Bloomberg menyuguhkan data, pada perdagangan hari ini, rupiah melemah ke posisi Rp 14.323 perdolar AS. Ini, lebih lemah ketimbang penutupan perdagangan kemarin yang berada di level Rp 14.261,5. Paket kebijakan yang sudah diumumkan kemarin pun disebut-sebut gagal memberi rincian spesifik yang pada akhirnya respon positif guna meningkatkan pertumbuhan belum terlihat. Sebab, kebijakan moneter Bank Indonesia justru lebih menyasar pada penstabilan nilai tukar rupiah ketimbang pertumbuhan ekonomi. Memang, dalam jangka pendek rupiah masih punya peluang mengalami penguatan mengikuti sentimen pelemahan dolar AS di pasar global. Namun, pelemahan tajam pada harga komoditas justru bakal mencegah penguatan itu. Indeks dolar AS pun terus turun bersamaan Indeks S&P. Sementara duit euro mampu menguat sebab optimisme terhadap perekonomian Paman Sam justru mengeser lirikan pasar dari dolar AS kepada Zona Euro. Prediksi kenaikan suku bunga acuan The Fed pada bulan September ini juga secara konsisten makin tergerus. (Mahbub Junaidi)





























