Jokowi Tak Setuju Rombak Komposisi Pimpinan DPR

Jakarta, Obsessionnews - Ketua MPP PAN Sutrisno Bachir melakukan pertemuan dengan presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta. Selain masalah ekonomi, keduanya juga membahas stabilitas politik, dimana partai disarankan perlu menjaga agar tidak menimbulkan kegaduhan yang bisa mengganggu iklim usaha di Indonesia. Kegaduhan dimaksud terkait desakan dari kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) untuk dilakukan revisi terhadap Undang-Undang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) setelah PAN resmi keluar dari Koalisi Mereh Putih (KMP) dan menyatakan diri bergabung dalam koalisi partai pendukung pemerintah. Revisi UU itu dikhawatirkan akan menimbulkan konflik di parlemen. "Tadi saya menyampaikan bahwa supaya tidak ada, presiden setuju supaya tidak ada kegaduhan di parlemen yang sekarang dimunculkan revisi MD3 dll itu. Itu jangan menambah gaduhlah, ini sudah bagus," ujar Sutrisno usai pertemua dengan Presiden Jokowi, Kamis (10/9/2015). Sutrisno mengatakan alasan PAN gabung dalam gerbong pemerintah untuk memperkuat masalah ekonomi, agar ancaman krisis yang pernah terjadi pada tahun 1998 lalu tidak kembali terjadi. Bukan sebaliknya, ikut menciptan kondisi ekonomi makin tidak stabil. "Mari bersama-sama komponen bangsa, parpol-parpol fokus dulu, kita menghadapi krisis ini supaya kita betul-betul tidak mungkin dalam krisisnya. Tinggal kira-kira setengah tahun ini inshaallah itu akan mulai naik," katanya. Dia mengatakan dengan bergabungnya PAN mendukung pemerintah, mendapat respon positif dari para investor. Mereka yakin ekonomi RI yang sedang mengalami perlambatan akan segera membaik paling tidak setelah semester kedua. Mantan Ketua Umum PAN ini yakin Indonesia akan keluar dari tekanan ekonomi dunia ini. "Bahwa sekarang keadaan ekonomi melambat hanya sementara, biasa di dalam negara berkembang itu pasti akan ada siklus naik kemudian melambat terus naik lagi. Demikian juga sekerang siklusnya melambat, 2016 mulai akan naik lagi," ucap dia. (Has)





























