Jokowi Resmikan Pembangunan LRT Indonesia

Jokowi Resmikan Pembangunan LRT Indonesia
Jakarta, Obsessionnews - Proyek percepatan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Indonesia mulai diresmikan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Peresmian itu ditandai dengan acara pencanangan tiang pertama (Groundbreaking) yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pintu Tol Taman Anggrek, TMII, Jakarta Timur, Rabu (9/9/2015). "Saya ingin mengatakan bahwa Indonesia masih tertinggal dalam pembangunan infrastruktur utamanya transportasi massal. Untuk itu harus dipercepat, sesuatu yang sudah tertunda dalam kurun waktu yang cukup lama. Sudah saatnya harus kita mulai," ujar Jokowi dalam sambutannya. Jokowi mengaku proyek LRT sudah digagas sejak 2012 lalu. Saat itu ia masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Setelah melalui proses panjang hingga diterbitkan Peraturan Presiden LRT akhirnya baru diresmikan hari ini. Jokowi memberi target sebelumnya Asian Games 2018 dimulai, proyek tersebut sudah harus rampung sehingga nantinya bisa digunakan, karena saat itulah Indonesia akan bertindak selaku tuan rumah. "Menurut saya yang paling penting adalah semua pekerjaan itu segera dimulai. Setelah dimulai, beri target selesai kapan," katanya. Sebagaimana diketahui bersama, bahwa kemacetan telah menjadi masalah serius di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Fakta tersebut didukung pula dengan hasil survey trafik oleh Pustral UGM dan Lapi ITB tahun 2013, bahwa arus kemacetan kendaraan yang masuk ke DKI terbanyak berasal dari arah Bekasi dan Cibubur, yakni sebesar 64%. Atas dasar survey tersebut, PT Adhi Karya (Persero) Tbk. mengusulkan desain trase moda elevated berbasis rel dengan pilihan moda LRT. “LRT merupakan salah satu moda transportasi massal berbasis rel yang ramah lingkungan dan pembangunannya dilakukan secara elevated di atas tanah ruang milik jalan tol dan non tol. Hal tersebut memungkinkan pembebasan lahan seminimal mungkin sekaligus mengoptimalkan lahan yang telah dimiliki oleh pemerintah,” ujar Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan. Pembangunan LRT Indonesia terdiri atas 2 tahap dengan total panjang 83,6 km dimana masing-masing terdiri dari 3 lintas pelayanan, yakni tahap I meliputi lintas layanan Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, Cawang-Dukuh Atas dengan 18 stasiun dan panjang 42,1 km. Tahap II lintas pelayanan Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah-Grogol dengan panjang 41,5 km. Daya angkut harian dengan konfigurasi 6 train set adalah 24.000 PPHD head way 2 menit saat peak. Kecepatan operasi 60-80 km/jam dan Power DC 1500 V. Untuk tahap pelaksanaan pembangunan lintas pelayanan LRT tahap 1 akan dimulai pada kuartal akhir tahun 2015 dan direncanakan akan selesai pada tahun 2018. Sedangkan lintas pelayanan LRT tahap 2 akan dimulai pada kuartal akhir tahun 2016 dan berakhir pada akhir tahun 2018. PT Adhi Karya (Persero) Tbk. telah memperoleh persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) berdasarkan UU No.3/2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran 2015 (APBN-P 2015) serta telah memperoleh Peraturan Pemerintah PP No.28/2015 dalam rangka merealisasikan rencana pembangunan Transportasi Massal LRT. ADHI mendapat penambahan permodalan oleh pemerintah melalui PMN senilai Rp 1,4 Triliun, dan oleh publik senilai Rp 1,35 Triliun untuk mendukung permodalan dalam melaksanakan pembangunan LRT Indonesia. Pembangunan LRT Indonesia merupakan karya anak bangsa yang akan dikembangkan melalui sinergi BUMN dan BUMD, antara lain Jasa Marga, PPD, RNI, Bulog, JakPro,BNI, Bank Mandiri, BRI, dan BTN. Sinergi tersebut juga direncanakan akan melakukan kerja sama lain, yaitu dalam hal pengembangan lahan untuk TOD Properti sepanjang lintas pelayanan LRT, pembiayaan, konstruksi, dan operasional. Sinergi ini akan menciptakan nilai tambah, baik untuk masyarakat ataupun korporasi. (Has)