Puan, Tjahjo Kumolo dan Pramono Masih Jadi Anggota DPR

Jakarta, Obsessionnews - Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul membeberkan kemungkinan alasan tiga politisi PDI Perjuangan yakni Puan Maharani, Tjahjo Kumolo dan Pramono Anung tidak kunjung dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) di Parlemen. "Mengapa belum di-PAW, yang tahu 'hidden agenda'-nya mereka lah (PDIP). Mungkin strategi, berkaitan dengan kocok ulang (perombakan ulang pimpinan dewan)," ujar Ruhut di gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2015). Ruhut menjelaskan, saat ini Puan, Tjahjo dan Pramono Anung telah masuk dalam jajaran Kabinet Kerja. Namun nama ketiganya yang terpilih dalam pemilu legislatif sebagai anggota dewan belum dilakukan PAW oleh DPP PDIP, sehingga pergantian ketiganya di parlemen belum dapat diproses. Ruhut mengatakan dirinya telah menanyakan ihwal hal tersebut kepada politisi PDIP dan dijawab dengan kelakar."Aku sudah tanya kawan-kawan (PDIP) soal itu, sambil bercanda itu lah mereka bilang (penundaan PAW berkaitan kocok ulang pimpinan dewan)," bebernya. Seiring dengan hal tersebut, saat ini wacana revisi UU MPR, DPR, DPD dan DPRD tengah digulirkan. Tidak sedikit pihak yang menyebut revisi ini guna mendorong terjadinya perombakan ulang kursi pimpinan dewan. Menurut Ruhut, sebenarnya tanpa merevisi UU MD3 kursi pimpinan dewan bisa saja langsung dirombak berdasarkan persetujuan para pimpinan fraksi. Dengan bergabungnya PAN ke pemerintah, dia menilai partai Koalisi Indonesia Hebat akan dengan mudah menduduki kursi pimpinan dewan di parlemen jika perombakan atau kocok ulang kursi pimpinan dilakukan. Demokrat sendiri, kata dia, tetap akan mendapatkan kursi pimpinan dewan sekalipun kocok ulang dilakukan, karena Demokrat partai peringkat empat di parlemen berdasarkan perolehan kursi anggota parlemen. (Purnomo)





























