Pemerintah Anggap Masyarakat Masih Bingung Saat Terjadi Emergency

Bandung, Obsessionnews - Pemerintah mengaku, masyarakat masih dibingungkan saat terjadi Emergency atau situasi darurat. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika kemeninfo RI Kalamullah Ramli, saat menandatangani surat kesepakatan untuk menunjang dan mendukung rencana pemerintah pusat dalam mensukseskan program one emergency call beserta lima kota lainnya Kota Balikpapan, Bogor, Depok dan Makassar, di Grand Clarion Hotel, Makassar Sulawesi Selatan, Selasa (8/9). "Selama ini masyarakat Indonesia cukup dibingungkan untuk mengingat berbagai macam nomor panggilan darurat, mulai dari kepolisian, kebakaran, rumah sakit yang berbeda-beda sekarang di satukan menjadi satu nomor, pemilihan nomor 112 karena nomor ini sama dengan nomor darurat telepon, meskipun tanpa pulsa dan simcard pun tetap bisa digunakan, ini akan jauh lebih memudahkan masyarakat untuk mengingat nomor apabila saat keadaan darurat," terangnya. Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Aos W.A. Bintang yang hadir saat penandatangan bersama Wakil Walikota Bandung Oded M. Danial menyebutkan "Dengan satu nomor tunggal darurat yang diberikan pemerintah pusat, maka emergency call yang digunakan kepolisian, kebakaran, ambulance dan lainnya dilebur jadi satu nomor 112, Kota Bandung ke depan akan memelihara fasilitas fasilitas pemerintah pusat yang akan diberikan ke kota bandung," paparnya. Selain dari program satu nomor emergency call 112 yang digulirkan secara nasional, saat ini Pemerintah Kota Bandung telah mempunyai aplikasi layanan publik yang disebut tombol panik atau panic button yang terkoneksi langsung ke pusat komando Bandung Command Centre dan terkoordinasi ke Markas Polrestabes Bandung. Aplikasi ini berfungsi untuk memberi signal keberadaan pengguna melalui GPS di saat seseorang sedang dalam kondisi bahaya, seperti tindak kriminal, kecelakaan, kebakaran, dan kondisi emergency lainnya, penguna tinggal menekan tombol panik yang sudah diunduh melalui play store di smartphone dan seketika akan terlihat keberadaan pengguna melalui layar monitor komputer. Layanan aplikasi yang dimiliki Pemkot Bandung ini hampir serupa dengan rencana layanan nasional nomor telepon 112, sehingga kedepannya layanan ini akan diintegrasikan bersama. (Dudy Supriyadi)





























