Fluktuasi Harga Minyak Dunia Masih Tunggu Keputusan The Fed

Jakarta, Obsessionnews - Pada perdagangan Senin (7/9) waktu Amerika Serikat (AS) atau Selasa (8/9) waktu Indonesia, harga minyak dunia turun mengikuti gejolak pasar. Ini, lantaran investor khawatir atas kemungkinan AS menaikkan suku bunga acuannya. AS mematok, minyak mentah jenis light sweet atau West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober, turun 1,44 dolar AS menjadi 44,61 dolar AS perbarel ketimbang penutupan Jumat pekan lalu. Sementara itu, minyak mentah brent north sea untuk pengiriman Oktober juga turun 1,64 dolar AS menjadi 47,97 dolar AS perbarel pada akhir perdagangan di London, Inggris. Semua mata, saat ini tertuju pada Amerika Serikat sebagai konsumen minyak terbesar di dunia. Belum lagi, apapun keputusan terkait rencana kenaikan suku bunga The Fed juga diperkirakan bakal mempengaruhi pasar keuangan. Hal tersebut, lantaran dolar AS bakal lebih kuat lagi dan minyak yang dibanderol dengan mata uang Paman Sam akan semakin mahal terutama bagi negara bermata uang lemah. Banyak prediksi yang menyebutkan, para pedagang saat ini masih menunggu data ekonomi global hingga akhir pekan guna mendapat petunjuk soal permintaan minyak mentah. Meski pasokan melimpah ditambah produksi AS yang tanpa henti, bukan tidak mungkin harga bakal semakin mahal akibat naiknya suku bunga The Fed tadi. Dalam waktu dekat Cina dijadwalkan bakal merilis data bulanan terkait perdagangan, inflasi, produksi industri, investasi aset tetap serta penjualan ritel. Soal ketidakpastian kebijakan moneter The Fed, memang turut memicu fluktuasi harga minyak dunia. Belum lagi kekhawatiran atas pertumbuhan di Cina yang juga termasuk konsumen energi terbesar di dunia. (Mahbub Junaidi)





























