Cek Penyaluran KUR, Menkop Blusukan Malam ke Pasar

Cek Penyaluran KUR, Menkop Blusukan Malam ke Pasar
Jakarta, Obsessionnews - Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga melakukan kunjungan kerja (blusukan) ke pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Kunjungan tersebut dalam rangka melihat sejauh mana bank pelaksana (BRI) melaksanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga melihat respon pelaku usaha terhadap KUR itu sendiri. "Kita tanya tadi para pedagang yang mendapatkan KUR, kemudian sedang diproses tinggal besok realisasi, ada juga yang baru mendapaftar. Jadi responya luar biasa," ujar Puspayoga saat ditanya wartawan di lokasi, Selasa (8/9/2015) malam. Puspayoga mengakui respon pelaku UKM terhadap KUR cukup baik. Ditambah dengan kinerja bank pelaksana yang responsif membuatnya yakin bahwa penyerapan KUR sebesar Rp 30 triliun hingga akhir tahun 2015 dapat terserap. BRI sebagai salah satu bank pelaksana diberi kepercayaan oleh pemerintah menyalurkan Rp 21 triliun. "Kita turun sama BRI yang kerja siang-malam, pagi-sore, sabtu-minggu. Nah ini luar biasa, kerja teman-teman di BRI seperti sekarang ini," katanya. Dalam kesempatan kunjungan tersebut Menkop Puspayoga juga menyempatkan diri berdialog dengan pedagang (calon penerima KUR). Ia tidak mendapatkan keluhan dari pedagang terkait ketidakstabilan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. "Ada beberapa pedagang juga saya sempat tanya dengan pelemahan ekonomi ini omzetnya gimana?, pedagang udah bilang gak ada pengaruh, omzetnya gak ada turun," tutur pria asal Bali itu. Pimpinan Wilayah Jakarta 2 BRI, Agus Noorsanto yang ikut mendampingi Menkop menuturkan bahwa dalam menyalurkan KUR pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian. Tidak semua pelaku UKM maupun retail bisa menerima KUR. Ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi sebelum KUR itu diberikan. "Paling gak dia sudah berusaha minimal 6 bulan, kemudian persyaratan-persyaratan dipenuhi seperti identitas, surat keterangan usaha, kemudian kita cek di bi checking, dia sudah berbank belum, kalau sudah dia gak bisa dikasi," papar Agus. Kalau pendaftar belum menjadi nasabah perbankan kecuali KUR sebelumnya yang memang masih bisa berikan. Selain itu menurut Agus, pihaknya akan melihat apakah usahanya ada atau tidak, sebab syarat itu merupakan yang terpenting dari syarat lainnya. "Jadi KUR ini tidak hanya disebar begitu saja, kita menjalankan prinsip kehatihati-hatian perbankan," tegasnya. Sejak pemerintah resmi menyalurkan kembali KUR, hingga 7 September 2015 BRI sudah menyalurkan total KUR Rp 700 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 500 ribu orang lebih. Sedangkan khusus untuk kantor cabang Kramat Jati, BRI baru menambah jumlah debitur sebanyak 100 orang lebih. "Ini baru tahap awal, baru 10 hari. Padahal waktu masih 3,5 bulan. Semkain sosialisasi berjalan saya yakin akselerasi semakin cepat," tandasnya. (Has)