Art Deco Luxury Residence Bandung Tak Terpengaruh Dolar Meroket

Bandung, Obsessionnews - Sejumlah pengelola apartemen di Bandung Utara mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Bandung yang menerapkan regulasi cukup ketat bagi pembangunan di wilayah tersebut. Salah satunya diungkapkan Direktur Art Deco Luxury Residence Soenyali Soly didampingi Parthner Agent Sandi Habisono saat ditemui di kantor pemasaran Art Deco Luxury Residence Jl. Setiabudi No. 64 Bandung, Selasa (8/9). [caption id="attachment_59809" align="aligncenter" width="640"]
Sandi Habisono, Parthner Agent Art Deco Luxury Residence Bandung[/caption] Menurut Soly, penerapan aturan 20 persen pembangunan dan 80 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan mendidik pengusaha properti untuk mencintai lingkungan. "Dengan prosentase seperti itu, kami juga harus mampu mensiasati pembangunan apartemen yang ramah lingkungan, saya setuju dengan konsep pa Walikota Ridwan Kamil," ujar Soly. Sehingga bangunannya yang sebelumnya direncanakan 20 lantai saat ini hanya 8 lantai, Soly juga mengaku bersyukur dapat menjadikan area apartemen untuk kehidupan yang berkelanjutan, terutama penyimpanan air untuk sejumlah warga yang berada di area bawah di kawasan kota Bandung, menyusul Kawasan Bandung Utara (KBU) sebagai kawasan resapan air.
Meski demikian pihaknya juga mengaku tidak banyak mengambil untung, hanya saja keinginan untuk membantu mereka yang mendambakan hunian yang nyaman dan aman di kawasan Bandung Utara. Terkait dengan dollar AS yang terus meroket bagi apartemen yang dijualnya tidak banyak berpengaruh. "Justru konsumen yang diantaranya ada dari kawasan Asia, seperti Qatar dan Thailand banyak yang membelinya, karena menurut mereka harga tersebut cukup terjangkau," tegasnya.
Hunian dengan 33 m2 persegi dengan sejumlah kelebihan dan harga Rp. 1 miliaran ternyata banyak diburu pembeli. "Bahkan konsumen kita justru banyak yang memburu hunian dengan luas 300 meteran seharga Rp. 7 miliaran, karena menurut mereka dengan kurs rupiah saat ini dianggap murah,"pungkasnya. (Dudy Supriyadi)
Sandi Habisono, Parthner Agent Art Deco Luxury Residence Bandung[/caption] Menurut Soly, penerapan aturan 20 persen pembangunan dan 80 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) akan mendidik pengusaha properti untuk mencintai lingkungan. "Dengan prosentase seperti itu, kami juga harus mampu mensiasati pembangunan apartemen yang ramah lingkungan, saya setuju dengan konsep pa Walikota Ridwan Kamil," ujar Soly. Sehingga bangunannya yang sebelumnya direncanakan 20 lantai saat ini hanya 8 lantai, Soly juga mengaku bersyukur dapat menjadikan area apartemen untuk kehidupan yang berkelanjutan, terutama penyimpanan air untuk sejumlah warga yang berada di area bawah di kawasan kota Bandung, menyusul Kawasan Bandung Utara (KBU) sebagai kawasan resapan air.
Meski demikian pihaknya juga mengaku tidak banyak mengambil untung, hanya saja keinginan untuk membantu mereka yang mendambakan hunian yang nyaman dan aman di kawasan Bandung Utara. Terkait dengan dollar AS yang terus meroket bagi apartemen yang dijualnya tidak banyak berpengaruh. "Justru konsumen yang diantaranya ada dari kawasan Asia, seperti Qatar dan Thailand banyak yang membelinya, karena menurut mereka harga tersebut cukup terjangkau," tegasnya.
Hunian dengan 33 m2 persegi dengan sejumlah kelebihan dan harga Rp. 1 miliaran ternyata banyak diburu pembeli. "Bahkan konsumen kita justru banyak yang memburu hunian dengan luas 300 meteran seharga Rp. 7 miliaran, karena menurut mereka dengan kurs rupiah saat ini dianggap murah,"pungkasnya. (Dudy Supriyadi)





























