Akibat Asap, Tiga Daerah di Sumbar Liburkan Sekolah

Padang, Obsessionnews - Kabut asap kiriman yang menyelimuti wilayah Sumatera Barat (Sumbar) sudah mengganggu aktivitas terutama proses belajar mengajar. Sejumlah kepala daerah di Sumbar terpaksa meliburkan sekolah, karena tingkat pencemaran sudah mengkhawatirkan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syamsurzal mengatakan, daerah yang meniadakan proses belajar antara lain, Kota Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota dan Kabupaten Solok Selatan. "Pemerintah setempat meliburkan siswa akibat kabut asap di daerah masing-masing semakin tebal dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan," kata Syamsurizal kepada obsessionnews saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumbar di Gedung DPRD Sumbar Jalan Khatib Sulaiman Kota Padang, Selasa (8/9). Syamurizal mengatakan, kebijakan meliburkan siswa akibat kabut asap setelah melihat tingkat bahaya yang ditimbulkan terhadap kesehatan. "Apabila dianggap sudah membahayakan kesehatan siswa, tidak ada salahnya kepala daerah, dinas pendidikan dan kepala sekolah, meliburkan sekolah," ujar Syamsurizal. Kebijakan Pemerintah Kota Payakumbuh meliburkan siswa akibat kabut asap yang terjadi di wilayah itu, diakui Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Hasan Basri. Terhitung Selasa (8/9), seluruh siswa SD, SMP dan SMA diliburkan hingga hari Kamis (11/9). "Kebijakan itu diambil karena dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan siswa seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau Ispa," kata Hasan Basri kepada obsessionnews.com saat dihubungi Selasa (8/9) sekitar pukul 16:51 WIB. Bahaya yang ditimbulkan akibat kabut asap terhadap kesehatan bagi siswa di Kabupaten 50 Kota sudah membahayakan. 11 siswa di daerah itu sempat pingsan pada saat mengikuti upacara pada hari Senin. "Siswa yang pingsan saat upacara terdapat 7 siswa SMA 1 Guguak dan 4 siswa SMP 2 Harau," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten 50 Kota, Radimas saat dihubungi obsessionnews.com Selasa (8/9) sekitar pukul 17:11 WIB. Radimas mengatakan, untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan siswa, pemerintah setempat meliburkan sekolah selama tiga hari sejak Selasa (8/9) hingga hari Kamis (11/9). Siswa sekolah di Kabupaten 50 Kota diliburkan, baik siswa SD, SMP dan SMA. "Jika kualitas udara akibat kabut asap terus memburuk, siswa libur sekolah akan diperpanjang. Tergantung kondisinya nanti. Kalau besok sudah membaik, kita akan laksanakan proses belajar mengajar," kata Radimas. Radimas mengatakan, kualitas udara akibat kabut asap di daerah itu sudah sangat buruk dan mengganggu terhadap kesehatan. Tidak hanya memperpendek jarak pandang, akibat buruk terhadap kesehatan. Kabut asap yang menyelimuti wilayah 50 Kota terpantau lebih parah di kecamatan Pangkalan hingga perbatasan Riau. Ketebalan kabut asap di kecamatan itu sudah mengganggu jarak pandang, karena sudah semakin pendek dan pemerintah setempat terpaksa meniadakan proses belajar mengajar. (Musthafa Ritonga)





























