Ahok Ingatkan Pemotongan Hewan Ikuti Mekkah

Jakarta, Obsessionnews – Menjelang Hari Idul Adha 1436 H yang jatuh pada tanggal 24 September 2015 mendatang, soal pemotongan hewan kurban masih diperdebatkan warga. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah menginstruksikan pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Selain itu, Ahok mengingatkan, sebagai umat muslim pemotongan hewan haruslah berkiblat ke Mekkah. “Saya bilang kan, kalau kita sholat kiblatnya kemana? Mekkah, ka’bah,” ujar Ahok ketika ditanya wartawan mengenai pemotongan hewan kurban, Selasa (8/9), di Balaikota, Jakarta. Gubernur DKI merasa yakin ia telah membuat instruksi pemotongan hewan sesuai dengan ajaran agama Islam. Contohnya, negara Arab Saudi hal pemotongan hewan dilakukan di RPH. “Pertanyaannya saya, di Mekkah, di Arab Saudi pemotongan hewan, sembarangan, atau dirumah pemotongan hewan? RPHkan? Ya udah, kalau mau ikutin Ka’bah (Mekkah), pemotongan hewan dirumah pemotongan hewan…gitu aja jawabanya,” pungkas Ahok beralasan. Tak hanya itu, menurut mantan Bupati Belitong ini, RPH tidak menjadikan darah hewan setelah disembelih tidak berceceran kemana-mana dan tidak menimbulkan penyakit. Makna kurban dalam idul adha adalah bahwa kita harus ikhlas dalam menjalankan cobaan dari Allah. Kata lainnya adalah saat kita "disembelih" Allah, maka ikhlaslah dan bertawakal sehingga dengan keikhlasan itu kita akan mendapatkan "domba" sebagai penggantinya. Sementara hakikat kurban idul adha adalah bahwa kita harus kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah. Karena manusia dan jin tidaklah diciptakan, kecuali untuk beribadah. Sebagaimana ujian Allah kepada nabi Ibrahim, hikmah dari segala peistiwa qurban tidak lain tidak bukan adalah untuk memperoleh ridha Allah melalui ibadah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah Allah. Namun, tidak sekadar ibadah, kita harus ikhlas dalam menjalankan setiap perintah Allah. Kalau tidak, apa yang kita kerjakan dan menurut kita ibadah, itu menjadi sia-sia karena tidak dilakukan dengan ikhlas. Inilah hakikat dari peristiwa qurban dalam idul adha. (Popi Rahim)





























