Mahasiswa UBH Berunjuk Rasa Tuntut Transparansi

Mahasiswa UBH Berunjuk Rasa Tuntut Transparansi
Padang, Obsessionnews - Aktivis mahasiswa Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berunjuk rasa di kampus mereka Jalan Samudera, Ulakkarang menuntut pembenahan sarana dan prasarana di kampus tersebut. Aksi unjuk rasa 300 mahasiswa dari tujuh fakultas yang ada di kampus tersebut berakhir dengan aksi bakar ban. Mahasiswa membakar ban sebagai bentuk kekecewaan mereka karena aspirasi mereka tidak terpenuhi. Presiden Mahasiswa UBH Adnan S mengatakan, aksi unjuk rasa mereka lakukan menuntut agar pihak yayasan membenahi sarana dan prasarana di kampus tersebut. "Kita menuntut pihak yayasan dan rektor untuk menuntaskan status Program Studi Pendidikan Kesehatan Jasmani dan Rekreasi (Penjasrek), yang selama ini masih konsentrasi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), sehingga tidak adanya akreditasi dan ketetapan sebagai jurusan," ujar Adnan S usai berunjuk rasa di depan kantor yayasan kampus tersebut, Senin (7/9). Mahasiswa juga, mendesak rektor agar lebih transparan mengenai penerimaan mahasiswa baru dan kenaikan uang kuliah per tiap tahun yang terus mengalami kenaikan, serta transparansi dana lebih program praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN). "Kita ingin tau apakah kenaikan uang kuliah berkaitan dengan penurunan jumlah mahasiswa," kata Adnan S. demo UBH- Pengunjuk rasa juga mendesak rektor dan Yayasan Pendidikan Bung Hatta untuk menjelaskan terkait dugaan pencatutan nama seorang dosen yang berdampak pada reputasi kampus, karena hingga kini mereka dinilai belum tuntas dan tidak jelas. Sebelum berunjuk rasa di depan kantor Yayasan Bung Hatta, mereka berorasi di depan fakultas Program Studi Pendidikan Kesehatan Jasmani dan Rekreasi (Penjasrek). Dari situ mahasiswa berjalan kaki menuju kantor yayasan Bung Hatta. Usai berorasi di depan kantor yayasan, mahasiswa bergerak ke persimpangan jalan kampus. Di pertigaan jalan, mahasiswa melakukan aksi bakar ban sebagai bentuk kekecewaan mereka, karena tuntutan mereka belum teramodir. Mahasiswa mengancam akan tetap melakukan unjuk rasa dengan mahasiswa yang lebih bnyak dari aksi yang dilakukan Senin (7/9). (Musthafa Ritonga)