Farouk Sesalkan Pimpinan DPR Dukung Capres AS

Farouk Sesalkan Pimpinan DPR Dukung Capres AS
Jakarta, Obsessionnews - Farouk menyesalkan tampilnya ketua DPR RI Setya Novanto dan wakil ketua Fadli Zon dalam kampanye Donald Trump sebagai kandidat presiden Amerika Serikat (Capres AS) dan menyampaikan kesiapan (menjanjikan) untuk memberi hal-hal besar pada AS dalam ruang kampanye Capres AS tersebut. "Kalau melihat ketua dan wakil ketua DPR RI tampil seperti yang diberitakan cukup menyesalkan, tapi kita tidak tahu kondisi riil pada saat itu terjadi, ungkapnya usai diskusi Forum Senator untuk Rakyat (FSuR), di Cikini, Minggu, (6/9/2015). Menurutnya, kedatangan pimpinan rakyat bersama rombongan di Amerika Serikat (AS) dalam rangka menghadiri International Parlemen Union (IPU). Sebagaimana acaranya dihadiri oleh para speeker pimpinan parlemen international. "Dalam pertemuan itu ada pertemuan parlemennya, pertemuan ketua-ketuannya atau juru bicaranya atau speekernya. Yang di Amerika itu speekernya yang dipertemukan. Mereka itu kan menghadiri pertemuan para pimpinan parlemen," jelasnya. Farouk menilai, persolan ini akan dimintai pertanggungjawabannya setelah mereka pulang 13/9. "Yang saya baca pertama itu ketemu dilantai sekian setelah itu turun, pas turun itu ada acara itu. Event itu yang kita mau dengar, apa event kesengajaan atau hanya secara kebetulan. Nanti kita tunggu klarifikasi dari ketua DPR maupun wakil ketua DPR," tuturnya. Persoalan jadwal klarifikasi belum ditentukan, saat ini masih menunggu kedatangan mereka. "Belum tahu kapan akan diagendakan tapi itu saya dengar mereka akan kembali pada tanggal 13. Mudah-mudahan setelah itu ada klarifikasi apa yang sesungguhnya terjadi pada saat itu," harapnya. Dalam kegiatan kunjungan ketua DPR dan Wakil DPR bersama rombongan jelas memakai uang negara. "Iya dapat dibenarkan itu, sebab itu bagian dari fungsi diplomasi. Parlemen kan bukan saja fungsi legislasi, fungsi anggaran, tapi ada fungsi diplomasi. Kalau saya tambahkan fungsi representasi. Jadi memang itu diperjuangkan," jelasnya. Jadi mereka juga lanjutnya DPR dan DPD juga bisa memperjuangkan daerah tidak dalam negeri saja tapi dengan luar negeri supaya ada kerja sama antar negara. Menurutnya, kehadiran pejabat wakil rakyat itu sah adanya, namun saat diundang konfrensi. "Kalau soal bertemu kan itu hal biasa, dan bertemu itu tentukan pasti ada investasi. Cuman bertemu itu kan, dia ada katankanlah berkampanye, kita tidak tahu gimana adanya, disana kita belum tahu hanya langsung ditangkap oleh kamera itu," pungkasnya. "Marilah kita dengarkan ketua dan wakil ketua DPR, kita tunggu saja Fadli Zon. Ya saya yakin tujuannya baik untuk mendapatkan investor agar datang ke Indonesia, kalau mendekati konglomerat dunia itu tidak apa-apa untuk datang ke Indonesia," belanya. (Asma)