Awal November Buruh Mogok Nasional Besar-Besaran

Awal November Buruh Mogok Nasional Besar-Besaran
Jakarta, Obsessionnews - Lemahnya nilai rupiah hingga mencapai 14 ribu per dolar berdampak pada banyaknya pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada kaum buruh. Selasa (2/9/2015) lalu, buruh berdemonstrasi di depan Istana menyikapi persoalan melemahnya rupiah, PHK masal serta mengenai pembebasan pekerja asing untuk tidak memakai bahasa Indonesia. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan hal itu sebagai bentuk reaksi kaum buruh menyikapi kondisi ekonomi saat ini. Melalui diskusi forum Senator untuk Rakyat, Minggu (6/9/2015), ia mengatakan di awal November nanti buruh akan kembali turun lebih besar lagi dari jumlah masa di awal September kemarin. "Demo buruh kemarin bukan awal dan terakhir dalam menanggapi persoalan ekonomi saat ini, tapi kita akan tindaklanjuti di awal November dengan demo besar-besaran dan kemungkinan mogok nasional, bisa saja kita lakukan itu," ungkapnya. Said Iqbal-2 Persiden KSPI ini pun merasa kecewa saat berdiskusi dengan Luhut panjaitan yang tidak menghasilkan solusi untuk kaum buruh. Berdasarkan analisis hitunganya angka gini rasio ekonomi mencapai angka 0,42 dan tidak jauh dari angka gini rasio 0,5. Padahal kata dia kalau sampai mencapai gini rasio 0,5 biasanya akan terjadi revolusi. "Gini rasio mencapai angka 0,5 maka akan revolusi. Itu sangat miris, hal ini ditafsirkan sesuai pemahaman secara empiris. Pasti revolusi kalau angka 0,5," yakinnya. Said Iqbal-3 Menurutnya, kalau Gini rasio semakin tinggi ditandai dengan adanya gep pendapatan antara orang miskin dan orang kaya. "Yang miskin semkin miskin dan yang kaya semakin kaya. Hal ini juga dialami oleh Mesir, Libia,  meski mereka kaya dibidang komoditas," jelasnya. Selain itu, Said menjabarkan faktor buruh melakukan perlawanan secara masif. Pertama, adanya kebijakan pemerintah tidak pro rakyat. Kedua, ancaman PHK di depan mata, dan ketiga menurunnya daya beli. (Asma)