Usamah Hisyam Kukuhkan Kepengurusan Parmusi

Usamah Hisyam Kukuhkan Kepengurusan Parmusi
Jakarta, Obsessionnews - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) Usamah Hisyam mengukuhkan kepengurusan PP Parmusi hasil Muktamar-3, di Granada Ballroom, Gedung Menara 165 (ESQ), Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2015) malam. Selain itu juga dilakukan pelantikan PP Muslimah Parmusi sekaligus pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-1 tanggal 4 – 6 September 2015 di Jakarta. [caption id="attachment_59120" align="alignnone" width="640"]Usamah Hisyam memperkenalkan Parmusi dengan paradigma baru sebagai kekuatan 'connecting moslem' yang berbasis pada sosial, ekonomi, dan dakwah. Usamah Hisyam memperkenalkan Parmusi dengan paradigma baru sebagai kekuatan 'connecting moslem' yang berbasis pada sosial, ekonomi, dan dakwah.[/caption] Hadir dalam cara tersebut mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah,  dan lain-lain. Usamah Hisyam menegaskan komitmennya untuk membawa Parmusi menjadi organisasi yang mampu membangun potensi ekonomi umat dan meningkatkan kesejahteraan, serta ikut aktif dalam mengatasi permasalahan sosial keumatan. Karena itulah, dalam kepemimpinannya, Usamah memperkenalkan Parmusi dengan paradigma baru sebagai kekuatan connecting moslem yang berbasis pada sosial, ekonomi, dan dakwah. [caption id="attachment_59121" align="alignnone" width="640"]Pengukuhan kepengurusan PP Parmusi dan pelantikan PP Muslimah. Pengukuhan kepengurusan PP Parmusi dan pelantikan PP Muslimah.[/caption] “Dalam semangat tersebut, Parmusi akan mengubah orientasi para kader, dari sekadar political oriented, menuju social, economics, dan da’wah oriented. Sehingga ke depan Parmusi tak lagi bersifat eksklusif dalam semua dimensi, tetapi akan mengembangkan inklusivitas sebagai saluran aspirasi ummat Islam Indonesia,” katanya. Dengan paradigma baru tersebu Insya Allah Parmusi akan mampu mencetak kader-kader sosial, politik, dan dakwah yang memiliki sociopreneurship tangguh, sehingga lebih siap ketika terjun di legislatif maupun eksekutif untuk mewarnai berbagai kebijakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. “Sebagai conneting moslem Parmusi merupakan saluran muslim dari berbagai kelompok dan kalangan. Sehingga, ego dari masing-masing ormas atau parpol Islam, bisa dihilangkan di Parmusi. Karena jika ukhuwah Islamiyah kuat, niscaya, seluruh masalah kebangsaan dan kemasyarakatan bisa diatasi bersama-sama dengan lebih mudah,” ujarnya. Kiprah Parmusi dalam membangun dan meningkatkan ukhuwah islamiyah, kata mantan anggota anggota DPR dari PPP ini, telah banyak diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bahkan tidak hanya kepada kalangan muslim di Indonesia, kepedulian Parmusi juga diperlihatkan saat ribuan muslim asal Rohingya, Myanmar, terusir dari negaranya sendiri dan mencari perlindungan ke berbagai negara terutama Indonesia, Parmusi hadir menolong mereka. Parmusi mendonasikan sandang dan pangan serta pendidikan untuk para pengungsi Muslim Myanmar di Banda Aceh. “Parmusi juga harus menjadi wadah amal soleh dari tingkat pusat hingga ke seluruh pelosok-pelosok di Tanah Air. Sehingga umat Islam merasakan manfaat kehadirannya. Dan di bidang dakwah, Parmusi akan menolak stigma yang dibangun terhadap Islam radikal, terorisme yang identik dengan Islam. Untuk itu, Mukernas I Parmusi akan melahirkan rekomendasi keumatan yang akan disampaikan kepada pemerintah,” tandasnya. Untuk lebih efektif menjalankan perannya sebagai organisasi yang memiliki filosofi ‘Menata, Menyapa, dan Membela Ummat’ , Parmusi saat ini memiliki situs berita parmusinews.com dan Lembaga Bantuan Hukum. Selain itu Parmusi berencana Parmusi Islamic Centre di Parung, Bogor, Jawa Barat. (Arif RH)