Stop Tayangkan Kekerasan Agar Anak Bermoral

Bandung, Obsessionnews - Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Salmiah Rambe mengingatkan semua pihak baik orangtua guru dan lingkungan untuk tetap menjaga moral pendidikan anak. Menurut Salmiah, Jumat (4/9) sangat prihatin dengan kasus siswi SMPN di Bandung baru-baru ini yg ditemukan tewas mengenaskan, diduga dibunuh oleh teman dekatnya karena cemburu dan ingin mengambil HP milik korban. Baik korban dan pelaku pembunuhan masih sama sama berusia di bawah umur (remaja). Salmiah menjelaskan dari kasus tersebut ada beberapa hal yang harus dicermati, perilaku remaja yang hedonis yang hanya karenan menginginkan HP sampai berani melakukan pembunuhan. Disisi lain Salmiah mengatakan perilaku pergaulan bebas di kalangan remaja kota Bandung hasil survey Alfatih Studio menyatakan , 54 % remaja di kota Bandung mengaku sudah pernah melakukan hubungan seksual. Pergaulan bebas tersebut kerapkali diiringi dengan perilaku kekerasan. “Ini menjadi peringatan bagi kita sebagai orangtua agar lebih banyak berkomunikasi, membimbing, menanamkan nilai-nilai agama pada anak. Anak yang dididik orang tua dengan pemahaman dan pengamalan agama yg baik akan dapat mengendalikan diri dari pergaulan bebas dan berbagai hal negatif lainnya,” tandas Salmiah. Selain itu sekolah diharapkan memberikan pembinaan tentang pergaulan yang positip , kesehatan reproduksi dan aktifitas positif bagi remaja. Serta pemerintah harus melakukan pencegahan perilaku seks bebas khususnya di kalangan remaja. Apalagi ujar Salmiah dengan realitas saat ini kota Bandung menjadi kota paling tinggi angka HIV AIDS di Jawa Barat. Salmiah mendesak agar Pemerintah segera mengesahkan Raperda Pencegahan Penanggulangan NAPZA dan HIV AIDS sebagai upaya pencegahan penularan HIV AIDS yang banyak disebabkan perilaku pergaulan/ seks bebas. Faktor lain menurut Salmiah adalah media dituntut utk lebih menayangkan tayangan yang bersifat positif dan mendidik.”Tolak tayangan yang mempengaruhi anak/ remaja bersikap hedonis, permisif, kekerasan, pornografi pornoaksi dan hal negatif lainnya. “Hari Anak Nasional baru kita peringati 23 Juli lalu, semoga memberikan pemahaman positif terhadap keluarga dan semoga kasus ini menjadi cambuk bagi kita sebagai orang tua, sekolah dan masyarakat serta pemerintah lebih berupaya agar anak /remaja tumbuh dalam didikan kasih sayang orangtua dalam lingkungan yang aman dari segala bentuk bahaya kekerasan dan bahaya lainnya. (Dudy Supriyadi)





























