Pimpinan DPR RI Dukung Kandidat Presiden AS, Rontokkan Martabat DPR

Jakarta, Obsessionnews - Tepatnya Kamis 3 Agustus 2015 Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Setya Novanto dan Wakil ketua DPR RI Fadli zon serta rombongan mengikuti konferensi bakal calon presiden Partai Republik untuk pemilu AS tahun 2016. Kegiatan ini dibuka 1 September di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Seperti berita yang beredar setya Novanto bersama rombongan memberikan dukungan kepada salah satu kandidat Trump Tower. Namun kehadiran para pimpinan rakyat ini dipertanyakan mengenai maksud dan tujuan mereka mendukung salah satu kandidat Presiden AS, sebagaimana kontes nomine pertama partai akan diadakan pada Februari 2016 nanti. Salah satu Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Adian Napitipulu mempertanyakan maksud atas kedatangan pimpinan parlemen disenayan itu mengenai kehadirannya di New York yang memberi dukungan kepada salah satu kandidat. Ia menilai atas Kehadiran Ketua DPR RI Setya Novanto dan wakil ketua DPR Fadli zon dalam kampanye Donald Trump sebagai Capres Amerika dan menyampaikan kesiapan (menjanjikan) untuk memberi hal-hal besar pada Amerika dalam ruang kampanye Capres Amerika menjadi sesuatu yang menyakitkan bagi bangsa Indonesia dan seperti melemparkan Tinja ke DPR RI. "Kehadiran kedua orang itu merontokan martabat DPR dan menjadikan DPR dari lembaga tinggi negara menjadi hanya sekelas Tim Sukses kepala negara asing," ungkapnya melalui Press rilis yang diterima obsessionnews.com, jumat, (4/9/2015). Untuk itu lanjutnya Mahkamah Kehormatan Dewan serta Badan Intelijen Negara harus melakukan penyidikan menyeluruh atas beberapa hal terkait kehadiran Ketua dan wakil ketua DPR di kampanye Pilpres Amerika. Pertama, perlu mengusut motif kehadiran mereka berdua. Kedua, mengusut apakah kehadirannya mereka menggunakan uang negara atau tidak. Ketiga, mengusut apakah mereka menjadi penyumbang dalam kampanye itu. Keempat, menyelidiki apakah ada konsesi atau deal-deal antara Setya Novanto dan Fadli Zon dengan Donald Trump atau tidak. Kenapa pengusutan itu menjadi penting kata Adian, karena ia nilai Kehadiran kedua orang itu sudah menempatkan DPR RI dan Indonesia sebagai negara masuk dalam pertarungan politik negara lain. Sehingga menurutnya Keterlibatan mereka itu tentu melanggar azas bebas aktif yang dianut Indonesia dalam hubungan Internasional. "Tidak bisa dipungkiri langkah ketua DPR dan wakil ketua DPR itu tidak menguntungkan bagi Indonesia," pungkasnya. Adian juga menilai implikasi dari kehadiran bagi wakil kedua orang tersebut sangat berbahaya bagi martabat dan kedaulatan Merah Putih sehingga Ketua DPR dan Wakil ketua DPR perlu segera di nonaktifkan dari jabatannya. "Dan jika dalam proses penyidikan itu ditemukan indikasi-indikasi yang mengarah pada pengkhianatan terhadap Indonesia dan Merah Putih maka partai asalnya harus berani untuk mem-PAW keduanya atau Rakyat akan menganggap kehadiran kedua orang itu disetujui oleh partainya masing-masing," tegasnya. Sebuah survei terbaru di AS menunjukkan, Donald Trump masih memimpin kontes nomine bakal calon presiden Partai Republik untuk pemilu tahun depan. Jajak pendapat Universitas Quinnipiac, Kamis lalu, menunjukkan, konglomerat itu memperoleh 28 persen dukungan dari para pemilih Republik di seluruh Amerika. Dia mengalahkan pesaing terdekatnya, mantan dokter bedah saraf, Ben Carson, yang ketinggalan 15 poin. Mantan Gubernur Florida Jeb Bush, putra dan adik dari dua mantan presiden AS, semakin jauh ketinggalan. Demikian pula kandidat Partai Republik lainnya. Kontes nomine pertama partai itu akan diadakan pada bulan Februari. (Asma)





























