Menjaga Tradisi Lewat Festival Kesenian Yogyakarta

Menjaga Tradisi Lewat Festival Kesenian Yogyakarta
Yogyakarta, Obsessionnews - Yogyakarta, salah satu provinsi istimewa di pulau Jawa itu memang sarat kreativitas tanpa batas. Terbukti dengan terselenggaranya even tahunan, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 27 di Taman Kuliner Condongcatur, Kabupaten Sleman. Bermacam stan, mulai kuliner hingga kerajinan unik menghiasi pojok demi pojok FKY 27 selama 19 Agustus – 5 September 2015. Tatanan apik kegiatan seni yang disajikan mampu menyedot animo masyarakat setempat, bahkan luar daerah. "Rata-rata per hari 10.000 orang mengunjungi FKY. Pas malam minggu pertama malah mencapai 17.000 pengunjung," kata Direktur Bagian Umum FKY 27, Setyo Harwanto saat disambangi obsessionnews.com, Kamis (3/8/2015). Jumlah itu wajar karena banyaknya rangkaian acara menarik sepanjang hari. Sebut saja 'Panggung Senyap' 107.8 Fm. Pengunjung bakal bingung melihat sekelompok anak muda bermain band tanpa ada suara. "Panggung senyap itu suaranya kesambung di headphone penonton. Jadi kalau dari luar kaya orang gila main band ndak ada suara," guraunya di sela acara. [caption id="attachment_58944" align="aligncenter" width="640"]Ratusan orang memadati stan yang ada. Beragam panganan jadul hingga unik menjadi pemikat warga untuk datang. (Yusuf IH) Ratusan orang memadati stan yang ada. Beragam panganan jadul hingga unik menjadi pemikat warga untuk datang. (Yusuf IH)[/caption] Belum cukup sampai disitu, pada malam hari terdapat panggung musikal sesuai tagline FKY, 'Dandan' atau berarti bersolek. Aksi puluhan band jadul memikat perhatian ratusan penonton di lapangan utama. Beberapa bule nampak asyik merekam gelaran akbar yang berlangsung sejak 1989 ini. Acara buatan Pemerintah Provinsi Istimewa Yogyakarta tersebut memang sarat akan seni dan kreativitas kaum muda. Setyo menerangkan, FKY 27 diselenggarakan di 6 titik di seluruh Provinsi DIY. "Biar terasa sak-DIY. Di 4 Kabupatèn dan kota, Kulonpraga, Bantul, Sleman, Gunungkidul dan Kota Yogyakarta sendiri, plus pusatnya di kami sendiri Pemprov DIY," terang dia. FKY 27 sendiri merupakan 'ibu' dari berbagai festival yang ada di Yogyakarta. Seringkali program kegiatan FKY menjadi festival tersendiri karena banyaknya peminat acara. Diharapkan melalui FKY, segala bentuk seni baik lokal maupun luar wilayah Yogyakarta mampu tersalurkan dan terjaga dengan baik. "Ini kan memang visinya Pelestarian dan Pengembangan Seni Budaya Jogja. Segmennya buat anak muda. Jadi waktu mereka ngumpul, koe sakdurunge nonton band iki, nonton ketoprak sek, nonton tari tradisional sek, dengan begitu seni tradisional bakal terus lestari" pungkas dia sambil tersenyum. (Yusuf IH)