DPR Mau Bangun Klinik Apa Rumah Sakit?

Jakarta, Obsessionnews - Fraksi Partai Nasdem mengkritik keras wacana DPR RI membangun klinik berkapasitas 10.000 orang yang masuk dalam salah satu rencana strategis untuk diusulkan ke pemerintah. Bagi Nasdem usulan itu berlebihan, DPR saja ingin membangun rumah sakit. "Klinik kapasitas 10.000 orang itu namanya sudah rumah sakit," ujar Jonny G, Politisi Partai Nasdem di DPR, Kamis (3/9/2015). Menurutnya, tidak logis DPR mengusulkan pembangunan klinik sebesar itu. Sementara setiap hari orang yang datang ke DPR hanya berkisar 4000 orang. Terlebih, kondisi ekonomi Indonesia tengah sulit, ia justru meminta DPR tidak berperilaku boros. "Di DPR itu kan paling cuma ada tiga sampai empat ribu orang, mulai dari anggota, staf ahli, wartawan, anggota setjen," ujarnya. Anggota Komisi VI DPR ini menambahkan, kondisi DPR cukup strategis dekat dengan pusat kota, dan juga rumah sakit. Seperti Rumah Sakit Dharmais, Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Pusat Pertamina. Selain itu DPR juga sudah punya pusat kesehatan dengan peralatan dan obat-obatan yang cukup. Diketahui usulan pembangunan klinik ini tertuang dalam dokumen rencana strategis (renstra) DPR RI periode 2015-2020, yang dibahas dalam rapat paripurna, Selasa (1/9/2015). Dalam halaman 51 dokumen tersebut, dijelaskan bahwa klinik yang modern dan memenuhi standar tertentu dibutuhkan untuk menunjang tugas kedewanan. Klinik tersebut harus dapat mengakomodasi kebutuhan terhadap fasilitas medis, paramedis, dan administrasi secara optimal bagi anggota DPR RI beserta keluarga, pegawai Setjen DPR RI beserta keluarga, tenaga ahli, dan staf administrasi yang berjumlah 10.000 orang. Selain klinik, DPR sudah merencakanan pembangunan tujuh proyek lainnya, yakni ruang kerja anggota, alun-alun demokrasi, museum dan perpustakaan, jalan akses bagi tamu ke Gedung DPR, visitor center, pembangunan ruang pusat kajian legislasi, serta integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR. (Albar)





























