Pemilik Galeri Lukisan Gerilya Kumpulkan KTP Untuk Ahok

Pemilik Galeri Lukisan Gerilya Kumpulkan KTP Untuk Ahok
Jakarta, Obsessionnews – Bukan perkara yang mudah untuk maju sebagai calon gubernur dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017 lewat jalur independen. Salah satu persyaratannya agar bisa mengikuti Pilkada adalah mendapat dukungan sejuta KTP. Hal itulah yang harus dijalani Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok yang akan maju dalam Pilkada melalui jalur independen. Sejumlah anak muda yang bersimpati pada Ahok membentuk komunitas Teman Ahok, dan merekalah yang bergerilya mengumpulkan KTP. Sebagian besar dari mereka adalah yang dulu mendukung Joko Widodo (Jokowi) – Ahok pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2012. Teman Ahok aktif menggalang dukungan buat Ahok melalui pendirian posko di sejumlah tempat, termasuk di mal. Gebrakan Teman Ahok mendapat sambutan yang cukup hangat dari berbagai elemen masyarakat. Sejak pertengahan Juni 2015 Teman Ahok aktif mengumpulkan KTP. Dan hingga Selasa (1/9/2015) telah terkumpul sebanyak 145.890 KTP. Ditargetkan pada 15 Juli 2016 terkumpul sejuta KTP. “Lewat kerja keras kami optimis target sejuta KTP akan tercapai pada 15 Juli 2016,” kata juru bicara Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, ketika dihubungi obsessionnews.com, Rabu (2/9). Salah seorang yang membantu Teman Ahok adalah William Hui, pemilik sebuah galeri lukisan di Mal Pluit Village, Jakarta Utara. William berinisiatif membuka posko Teman Ahok di galerinya sejak dua bulan lalu. Posko Teman Ahok dibuka setiap Sabtu dan Minggu. William bersama isteri dan kerabatnya bergerilya mengumpulkan KTP. Dan hasilnya, dalam tempo dua bulan telah berhasil mengumpulkan 3.800 KTP. Keberhasilan William, isteri dan kerabatnya mengumpulkan ribuan KTP tak dilakukan hanya dengan duduk manis. Mereka harus rela berdiri di depan galeri, menawarkan kepada orang-orang yang lewat. “Selain itu kami harus sabar dalam menghadapi pertanyaan banyak orang mengenai sepak terjang politik Ahok. Ya kami jawab saja. Kadang-kadang ada juga orang yang mengisi form itu sambil ngomel-ngomel. Tapi besoknya justru dia bawa lagi 10 KTP, ha ha ha…..,” kata Wililiam ketika ditemui di galerinya, Rabu (2/9). Sementara itu Minarni Chairani, istri William, mengatakan, pengumpulan KTP ini merupakan bentuk kepeduliannya pada bangsa. “Saya sadar, banyak dari etnis kami (China) yang cenderung tidak peduli dengan urusan negara. Karena kami sudah terbiasa menjadi korban kambing hitam di setiap rezim,” tuturnya. Minarni mengaku sempat menjadi orang yang apatis. Kemudian ia sadar tidak seharusnya cuek terhadap bangsa ini. “Ini kan bangsaku! Sudah seharusnya aku peduli,” tegasnya. Dia tidak khawatir dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang seringkali memojokkan Ahok. Menurutnya, jika manusia melakukan kebaikan maka semua isu negatif yang berbau SARA itu akan luntur dengan sendirinya. “Itu sebabnya, orang baik tidak boleh diam. Sudah saatnya orang baik yang memimpin. Kami hanya melakukan apa yang bisa kami lakukan untuk membantu pemimpin yang berniat baik,” ujarnya. Minarni bersama suami dan kerabatnya semakin bersemangat mengumpulkan KTP agar Ahok dapat bertarung pada Pilkada 2017 dan dapat memimpin Jakarta lagi. (Arif RH)