Bentrok TNI vs Polri Karena Cemburu Sosial dan Kesejahteraan

Jakarta, Obsessionnews - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais menyayangkan bentrokan antara personel TNI dan Polri kembali terjadi di Poliwali Mandar Sulawesi Barat pada Minggu (30/8/2015). Meski bentrok dua aparat negara itu kerap terjadi, Hanafi meminta hal ini tidak bisa diremehkan, dan perlu mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, bentrokan TNI dan Polisi akar masalahnya masih berkutat pada kecemburuan sosial dan kesejahteraan. Polisi dipersepsikan sebagai Intitusi penegak hukum yang paling sejahtera dibanding TNI. Padahal, tugas TNI jauh lebih besar menjaga NKRI. "Anggaran pertahanan keamanan harus direalisasikan oleh pemerintah. Supaya akar permasalahan bisa diselesaikan sesegera mungkin," ujar Hanafi di DPR, Selasa (1/8/2015). Keadaan yang terjadi justru sebaliknya, pemerintah kata dia, berencana menurunkan anggaran untuk TNI, dengan alasan ekonomi Indonesia yang belum stabil. Meski itu dianggap masuk akal. Tapi menurutnya, alasan tidak bisa berlaku permanen. "Saya punya keyakinan, rentetan kejadian ini selalu soal kesejahteraan. Ini soal kesejahteraan," jelasnya. Politisi Partai Amanat Nasional ini, mengatakan, bila pemerintah ingin konsisten mengungkap kasus tersebut, maka, harus dilakukan investigasi secara menyeluruh. Bisa jadi itu karena ketidak becusan pimpinanya untuk mengkondisikan pasukan. "Kalau mau investigasi, harus investigasi pelakunya, komandannya siapa, dari dua belah pihak. Dilihat makro akar permasalahannya seperti apa," tandasnya. Terkait persoalan kesejahteraan, anggaran TNI memang lebih sedikit dibanding Polri. Sebab, selama ini anggaran TNI dibagi menjadi lima bagian, yakni untuk Kementerian Pertahanan, Mabes TNI dan juga tiga matra TNI, TNI AD, AL dan AU. Sementara Polri tidak terbagi. (Albar)





























