Prioritas Anggaran Belum Ada, BUM Desa Gak Jalan

Jakarta, Obsessionnews - Pada Nawa Kerja yang digagas Menteri Pembangunan Desa Tertinggal Marwan Ja'far, Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) dibentuk. Namun lagi-lagi, lantaran prioritas anggaran belum ada maka belum bisa berjalan. "Karena semua difokuskan ke infrastruktur dan hampir sektor lain tidak terurus," kata dia dalam Executive Leaders Talk yang digelar Obsession Media Group di Jakarta, Senin (31/8). Marwan menyebutkan, berbicara soal fundamental ekonomi, APBN cuma menyumbang 20% pertumbuhan ekonomi. Sementara sisanya, berasal dari rakyat.
"BUM Desa hanya berdiri kurang dari 100 unit. Termasuk dari Dirjen PMD Kementerian Dalam Negeri. Ternyata hanya itu karyanya," kata dia. Selain soal BUM Desa, Marwan juga mengeluhkan tingginya bunga bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai 18%. Dia meminta, angka tersebut diturunkan lantaran mayoritas pelaku UMKM masih belum bankable. "Dan yang didorong baru 20 persen secara nasional. Ini alami ketertinggalan dibanding negara lain yang sudah 30 persen," sebut dia.(Mahbub Junaidi)
"BUM Desa hanya berdiri kurang dari 100 unit. Termasuk dari Dirjen PMD Kementerian Dalam Negeri. Ternyata hanya itu karyanya," kata dia. Selain soal BUM Desa, Marwan juga mengeluhkan tingginya bunga bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai 18%. Dia meminta, angka tersebut diturunkan lantaran mayoritas pelaku UMKM masih belum bankable. "Dan yang didorong baru 20 persen secara nasional. Ini alami ketertinggalan dibanding negara lain yang sudah 30 persen," sebut dia.(Mahbub Junaidi) 




























