Masker Siap Dibagi, Jika Kualitas Udara Memburuk akibat Asap

Padang, Obsessionnews- Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa hari belakangan diselimuti asap. Masyarakat diminta untuk waspada jika kepekatan kabut asap meningkat, meskipun kualitas udara masih dalam kategori sedang dan belum berbahaya untuk kesehatan. Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Rumainur mengatakan, kondisi udara secara umum di Sumbar masih baik, kecuali di wilayah Kabupaten Dhamasraya. Dari hasil uji labor yang dilakukan, indeks partikel dalam udara (PM10) sudah mencapai 170 ug/m3 sehingga Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) meningkat pada kategori tidak sehat. "Jika PM10 meningkat hingga 200 ug/m3, pemerintah daerah harus bersiap untuk membagikan masker pada masyarakat karena itu sudah masuk kategori berbahaya," kata Rumainur usai menghadiri rapat koordinasi terkait kabut asap di kantor BPBD Sumbar, Senin (31/8). Rapat koordinasi yang diadakan di kantor BPBD Sumbar dihadiri oleh Bapedalda Sumbar, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, BMKG dan GAW Kototabang Bukittinggi. Ketebalan asap yang terjadi di wilayah Kabuoaten Dharmasraya, karena daerah yang berada di bagian Selatan di Sumbar iatu adalah daerah yang paling dekat dengan sumber asap "Daerah itu merupakan daerah paling dekat dengan sumber asap, sehingga paling parah. Apalagi angin menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG) berhembus dari Selatan-Tenggara ke arah Barat Daya," ujar Rumainur. Sejalan dengan kualitas ketebalan asap terus bertambah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama BPBD, BMKG dan Bapedalda akan terus memantau perkembangan situasi terkait kabut asap itu. Pemantauan perlu dilakukan untuk melakukan langkah antisipasi bila keadaannya semakin memburuk. Salah satu antisipasi dengan membagikan masker kepada warga. Rata-rata kabupaten dan kota di Sumbar telah menyiapkan masker untuk mengantisipasi kabut asap tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Obsevarsi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi Geofisika (BMKG) Budi Iman Samiaji mengatakan sumber asap yang menyelimuti wilayah Sumbar berasal dari sebelah selatan Sumbar. Sementara, di wilayah Sumbar sendiri, berdasarkan pantauan, belum ada titik api. (Musthafa Ritonga)





























