Kita Harus Punya Bank 'Khusus' Pembiayaan UMKM

Jakarta, Obsessionnews - "Kita harus punya bank yang fokus terhadap pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bank yang paling ahli adalah BRI. Dia ahli jadi serahkan saja ke dia. Ini bukan kami menghindar, tapi memang seperti itu," begitu kata Sigit Pramono, Ketua Umum Perbankan Nasional (Perbanas) dalam forum Executive Leaders Talk yang digelar Obsession Media Group di Jakarta, Senin (31/8). Menurut Sigit, BRI sebenarnya dirancang untuk tidak mencari keuntungan. Namun, perubahan terjadi hingga bank ini ditargetkan soal setoran deviden agar bisa bersaing dengan bank milik pemerintah lainnya. "Kalau tidak sampai direksinya diganti. Jadi BRI, harus dikembalikan ke khittahnya sebagai bank rakyat," sebut dia.
Dari Rp 200 triliyun dana yang dialokasikan untuk UMKM, sebaiknya difokuskan kepada bank yang ahli. Sementara pemerintah, menyiapkan regulasi dan teknis saja. Sedangkan soal pembangunan infrastruktur, sebaiknya BRI tidak dilibatkan. Selain soal bank, saat ini kata Sigit, buruknya koordinasi juga sedang terjadi. Misalnya saja antara Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulasi yang ditelurkan dua lembaga kembar ini tidak baik. "Kalau tidak punya prospek baik, maka belum apa-apa dikatakan kredit macet," sebut dia. Sigit bilang, saat ini semua lembaga terkait seolah melepas tanggung jawab hingga soal UMKM diserahkan kepada perbankan.(Mahbub Junaidi)
Dari Rp 200 triliyun dana yang dialokasikan untuk UMKM, sebaiknya difokuskan kepada bank yang ahli. Sementara pemerintah, menyiapkan regulasi dan teknis saja. Sedangkan soal pembangunan infrastruktur, sebaiknya BRI tidak dilibatkan. Selain soal bank, saat ini kata Sigit, buruknya koordinasi juga sedang terjadi. Misalnya saja antara Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulasi yang ditelurkan dua lembaga kembar ini tidak baik. "Kalau tidak punya prospek baik, maka belum apa-apa dikatakan kredit macet," sebut dia. Sigit bilang, saat ini semua lembaga terkait seolah melepas tanggung jawab hingga soal UMKM diserahkan kepada perbankan.(Mahbub Junaidi) 




























