Demo Buruh 1 September Kepung Istana Tuntut Reshuffle Jilid 2

Demo Buruh 1 September Kepung Istana Tuntut Reshuffle Jilid 2
Jakarta, Obsessionnews - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Arief Poyuono SE menyoroti Kurs Rupiah terhadap Dolar AS  berkisar di level 14.000-an. Berdasarkan pemantauan grafik USD/IDR di bloomberg Finance, kurs Rupiah rebound  ke 13,792 pada hari Jumat (28/8), namun akhirnya terjungkal 14,110 di akhir perdagangan. “Pemerintahan Jokowi mencatatkan rekor mata uang berlambang Garuda yang  terlemah dalam 17 tahun terakhir,” ungkapnya, Senin (31/8/2015). Arief Poyuono memaparkan, pengaruh keadaan yang unstable di pasar modal global dan perlambatan ekonomi China, serta seputar rencana kenaikan suku bunga the Fed AS masih akan menjadi penyebab terperosoknya nilai kurs rupiah terhadap dollar US. “Apalagi terkesan Jokowi tidak strategi untuk bisa menyembuhkan virus-virus ekonomi yang dihasilkan dari limbah-limbah kebijakan ekonomi di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang akhirnya  berimbas pada aset-aset finansial nasional,” tandasnya. Ia pun mempertanyakan, paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan diharapkan bisa memperkuat nilai tukar rupiah di era Menko Perekonomian Sofyan Djalil untuk mengatasi fluktuasi di bursa saham dan menahan depresiasi Rupiah lebih lanjut, ternyata tidak ampuh untuk memperkuat nilai kurs rupiah dan mengangkat indeks IHSG. “Kebijakan kenaikan suku bunga the Fed sepertinya oleh sejumlah pejabat otoritas moneter AS akan segera dilaksanakan tersebut karena ancaman  tingkat inflasi di Amerika di tengah makin bertambahnya uang beredar di Amerika Serikat,” terangnya. Selain itu, lanjut dia, belum pulihnya harga-harga komoditas, kepanikan dan kekhawatiran investor pasar global yang dipicu oleh akan terjadi devaluasi Yuan secara alami akibat over produksi dari Industri di China yang banyak menumpuk di gudang-gudang sehingga permintaan bahan-bahan baku untuk industri di China dari Indonesia akan semakin merosot. “Artinya, nilai ekspor Indonesia akan semakin jeblok dan menyebabkan kemerosotan saham pertambangan dan industri CPO di bursa saham akan jatuh dan nilai tukar mata uang Indonesia lebih lanjut ke kisaran 15 ribu di bulan September akibat kebutuhan akan impor pangan nasional,” jelas Poyuono. Ia memprediksi, kebijakan fiskal yang akan dikeluarkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro terkait  kelonggaran pajak bagi perusahaan-perusahaan yang menginvestasikan minimal 1 triliun rupiah pada sektor-sektor tertentu tidak akan banyak berpengaruh terhadao penguatan nilai kurs rupiah Selain itu, Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pasca mini reshuffle, mengatakan bahwa sejumlah paket stimulus besar akan segera diluncurkan dalam waktu dekat. Menyusul pengumuman-pengumuman tersebut, investor belum meyakini akan menjadi sinyal positif bahwa pemerintah akan bertindak mengatasi pelemahan pertumbuhan ekonomi, sehingga bursa dan kurs Rupiah menguat. “Hal ini dikarenakan Jokowi tidak tuntas melakukan reshuffle kabinet yang berkaitan dengan masalah ekonomi,” tuturnya. Ia menambahkan, dikeluarkannya peraturan baru yang mengizinkan BUMN untuk buyback saham tanpa persetujuan pemegang saham lebih dulu justru akan menyebabkan makin menambah aksi jual saham saham BUMN yang akhirnya berimbas makin rontoknya IHSG dan bisa bisa jatuh hingga di bawah 4000 rupiah. DItegaskan pula, Menteri BUMN Rini Soemarno menyatakan bahwa BUMN bisa menggunakan hingga 10 triliun Rupiah untuk program buyback tersebut tidak akan mampu mengerem fluktuasi di pasar modal justru seperti aksi mengarami laut saja. “Karena itu dengan keadaan seperti ini, Jokowi harus secepatnya melakukan reshuffle kabinet jilid 2 yang diprioritaskan Menteri-menteri yang berkaitan dengan urusan Ekonomi seperti Meneg BUMN, Menteri Perindustrian, Menteri Keuangan dan lain-lain, serta mempercepat perbaikan sistim dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priuk dengan memecat RJ Lino yang berpotensi akan menjadi tersangka dalam dugaan korupsi di Pelindo II dan sering menyebabkan kemarahan pekerja hingga menyebabkan pemogokan di Pelabuhan Tanjung Priuk,” bebernya. “Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu juga meminta Jokowi tidak perlu phobia akan digulingkan oleh buruh dan rakyat dengan Aksi demontrasi 1 September besok sebagai aksi pemanasan untuk mendukung, menekan dan mendesak Jokowi serius menyelamatkan ekonomi dan PHK massal bagi kaum buruh, serta memperbaiki sistim jaminan pesiun buruh agar disamakan dengan sistim pensiun PNS dan revisi UU BPJS agar lebih pro rakyat,” tutur Poyuono. “Aksi Buruh besok juga mendukung Polri untuk bisa lebih memberantas pungli-pungli di setra-sentra kawasan Industri yang banyak merugikan buruh dan pengusaha. Juga mendesak Jokowi untuk tidak melakukan penjualan asset-aset BUMN,” tandas Ketua Umum FSP BUMN Bersatu. (Ars)