SISCA 2015, Ajang Perkenalkan Songket ke Dunia

Padang, Obsessionnews - Sebanyak 17.000 warga Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) berbusana Songket Silungkang dalam rangka memeriahkan Sawahlunto Internasional Songket Carnival 2015. Iven yang baru pertama dilaksanakan, dirancang untuk sekali setahun sebagai agenda pariwisata daerah setempat. Peserta memakai busana songket berbagai jenis, warna dan rupa sehingga terlihat lebih semarak. Iven yang digelar selama tiga hari itu tercatat sebagai Museum Rekor Dunia Indonesia karena. Berhasil memakai songket terbanyak dalam satu kali kegiatan.
Sawahlunto International Songket Carnival (SISCA) 2015, yang digelar mulai 28-30 Agustus itu dibuka secara resmi Menteri Koperasi Anak Agung Gede Nugraha Puspayoga. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu mengangkat acara berskala internasional sekaligus menjadi daya tarik pariwisata. Dunia fesyen dalam hal ini songket merupakan satu kesatuan dengan dunia pariwisata yang tidak dapat dipisahkan. Modal itu dimiliki Sawahlunto selain memiliki heritage dan juga songket sebagai daya tarik pariwisata.
"Daerah pariwisata tanpa ada hendicraft, tanpa ada pengrajin masyarakatnya, ndak mungkin jadi daerah pariwisata," kata Puspayoga dalam sambutannya saat pembukaan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCA) 2015, Jum'at (28/8). Pembukaan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCA) 2015, dilaksanakan pemerintah Kota Sawahlunto di pasar setempat sehingga masyarakat bisa menyaksikan. Pemerintah Kota Sawahlunto juga mengadakan pameran songket untuk memperkenalkan motif dan corak serta kualitas kepada masyarakat. Setidaknya, 40 peserta ikut memeriahkan pameran dengan memajang kerajinan songket masing-masing. (Musthafa Ritonga)
Sawahlunto International Songket Carnival (SISCA) 2015, yang digelar mulai 28-30 Agustus itu dibuka secara resmi Menteri Koperasi Anak Agung Gede Nugraha Puspayoga. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu mengangkat acara berskala internasional sekaligus menjadi daya tarik pariwisata. Dunia fesyen dalam hal ini songket merupakan satu kesatuan dengan dunia pariwisata yang tidak dapat dipisahkan. Modal itu dimiliki Sawahlunto selain memiliki heritage dan juga songket sebagai daya tarik pariwisata.
"Daerah pariwisata tanpa ada hendicraft, tanpa ada pengrajin masyarakatnya, ndak mungkin jadi daerah pariwisata," kata Puspayoga dalam sambutannya saat pembukaan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCA) 2015, Jum'at (28/8). Pembukaan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCA) 2015, dilaksanakan pemerintah Kota Sawahlunto di pasar setempat sehingga masyarakat bisa menyaksikan. Pemerintah Kota Sawahlunto juga mengadakan pameran songket untuk memperkenalkan motif dan corak serta kualitas kepada masyarakat. Setidaknya, 40 peserta ikut memeriahkan pameran dengan memajang kerajinan songket masing-masing. (Musthafa Ritonga) 




























