Gubernur Ahok Suka Berita Online

Gubernur Ahok Suka Berita Online

Jakarta, Obsessionnews - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang akrab disapa Ahok menghadiri acara Malam Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2014-2015 yang diselenggarakan Persatuwan Wartawan Indonesia (PWI), Kamis malam (27/8/2015). Dalam sambutannya, Ahok menyatakan suka terhadap model pemberitaan saat ini melalui online.

Selain itu, Ahok juga mengimbau kepada insan pers agar dapat menulis sesuai fakta dan berimbang. Ia berharap juga jurnalis dapat menulis kekurangan kinerja pejabat DKI Jakarta. Sebab kata dia, hal itu memudahkan pejabat DKI dapat mengoreksi diri dan kinerjanya dengan mudah.

"Saya berharap anda menulis fakta kekurangan DKI, sehingga tentu kami mengoreksi dengan baik. Dan saya suka berita online," ungkap Ahok  di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta Jl. Medan Merdeka Selatan No. 8-9 Jakarta Pusat, Kamis malam.

Ahok juga merasa senang berada pada era pers yang serba transparan. Namun dia juga mengecam pers yang selalu mempersoalkan rasis. Menurutnya pers yang sibuk mempersoalkan rasis tidak pantas jadi insan pers Indonesia.

"Makanya kita senang beruntung berada pada era pers yang merdeka tapi kalau pers sudah mengarah pada rasis saya pikir tidak pantas jadi insan pers di Indonesia. Kalau ada premodialisme anda tidak pantas jadi pers Indonesia. Karena seluruh organiasi di negara ini pada dasarnya pancasila," tandasnya.

Ahok menilai semua tindakan sudah diatur dalam konstitusi, yang jelas tertuang juga dalam pancasila sebagai dasar berwarga negara Indonesia. Menurutnya kalau seseorang tidak suka dengan yang lain Ahok menyarankan agar menggugat langsung sesuai aturan konstitusi yang berlaku.

Ketika dia tidak suka dengan itu silakan kampanye, silakan kudeta secara terbuka atau melalui konstitusi. Kalau menulis sampai ke rasis, saya lawan sampai mati sangat tegas, karena negara ini didirikan darah dan nyawa. Pancasila disusun dan dipertahankan kesaktian Pancasila, baik kita juga peringati 1 Oktober Sumpah Pemuda," tutur Gubernur DKI.

Ahok PWI5

Kecam Tulisan Berbau Rasis Gubernur DKI Ahok dalam smabutannya saat menghadiri acara Malam Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2014-2015 yang digelar PWI, Kamis malam (27/8), menyatakan dirinya mengecam tulisan pers berbau rasis. "Kalau menulis sampai kerasis saya lawan sampai mati, sangat tegas saya katakan, karena negara ini didirikan darah dan nyawa. Makanya kita senang beruntung berada pada era pers yang merdeka tapi kalau pers sudah mengarah pada rasis saya pikir tidak pantas jadi insan pers di Indonesia. Kalau ada premodialisme anda tidak pantas jadi pers Indonesia. Karena seluruh organiasi di negara ini pada dasarnya pancasila," ungkap Ahok  di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta Jl. Medan Merdeka Selatan No. 8-9 Jakarta Pusat (27/8/2015). Mantan Bupati Belitung itu juga menyampaikan kalau dirinya tidak suka terhadap berita yang tendensius yang ujung-ujungnya hanya untuk mencari uang. Menurutnya berita apa adanya dan ditulis secara fakta dapat memudahkan pemerintah untuk mengoreksi kekuarangannya. "Kalau masuk politik hanya untuk mencari uang dan pers masuk untuk mencari uang juga hancur negara ini. Saya tidak suka cerita yang tendesius, tapi saya lebih suka fakta disampaikan apa adanya. Saya berharap anda menulis fakta kekurangan DKI, sehingga tentu kami mengoreksi dengan baik. Dan saya suka berita onlien," pungkasnya. Selain itu Ahok juga menambahkan akan tetap menjawab pertanyaan wartawan yang door stop. "Kalau pejabat diajarkan jangan pernah door stop, tapi kalau anda door stop saya, berapapun anda tanya saya akan jawab," tantangnya. Tidak hanya itu, Ahok juga membantah menginstrusikam timnya  untuk membelanya.  Bagi saya online ini bagus, dan banyak komentar yang hina biasanya mereka kirim pada saya. Ya uda saya kaji berapa persen komentar negatif. Makanya kalau saya dianggap aktif disosmed untuk tim saya agar membela saya, itu salah itu bukan tipe saya," belanya. Dalam acara itu Ahok mengimbau kepada wartawan agar menulis tidak tendensius, atau mencari-cari kesalahan orang lain. Ia berharap wartawan selalu dapat menulis fakta dan berimbang. (Asma/Popi)

Ahok PWI2